NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Ternate Tuntut Penyetaraan Gaji DPR dengan Buruh

Aksi unjukrasa Mahasiswa di depan Kantor DPRD Kota Ternate

TERNATE – Ratusan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Ternate bersama Aliansi Masyarakat Maluku Utara Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Ternate pada Senin (1/9). Mereka menuntut pembatalan kenaikan tunjangan anggota DPR serta reformasi total institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Massa tiba sekitar pukul 11.00 WIT dan langsung menggelar orasi di depan gedung DPRD Ternate. Dalam tuntutannya, mereka menyebut kenaikan tunjangan DPR tidak rasional di tengah krisis ekonomi yang dialami rakyat. Selain itu, demonstran juga mendesak penghapusan seluruh tunjangan anggota dewan serta penyetaraan gaji DPR dengan gaji buruh.

Tuntutan lainnya ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang dinilai gagal menjalankan tugas secara profesional. Massa menyerukan reformasi menyeluruh di tubuh Polri sebagai langkah penting untuk memperbaiki kinerja dan citra institusi kepolisian.

Isu lingkungan dan agraria juga menjadi sorotan. Demonstran menuntut pencabutan izin PT Position, penghentian praktik perampasan ruang hidup masyarakat, serta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin tambang di wilayah Maluku Utara. Mereka juga mengecam maraknya perampasan tanah adat yang berlangsung tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Dalam bidang hukum dan keadilan, aliansi mendesak pemberian abolisi terhadap 11 warga adat Maba Sangaji yang diduga menjadi korban kriminalisasi. Mereka juga mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai bentuk nyata komitmen pemberantasan korupsi.

Tak hanya itu, massa juga menuntut pencopotan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang dinilai gagal menghadirkan kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil.

Aksi sempat memanas ketika aparat keamanan berupaya membubarkan massa. Sejumlah peserta aksi dilaporkan diamankan, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. (Fikri)

Jangan Jadi Plagiator