NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Kesenian Ngibi Tetap Hidup di Tengah Pertumbuhan Halmahera Selatan

Kesenian Ngibi di Obi, Halmahera Selatan

Halsel – Tabuhan gong dan gendang mengiringi langkah para penari di halaman Kantor Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Senin (9/6/2026) malam. Ratusan warga berkumpul menyaksikan Pagelaran Kesenian Ngibi, tradisi turun-temurun masyarakat keturunan Buton yang hingga kini tetap lestari di Pulau Obi.

Digelar dua hari setelah Iduladha 1447 Hijriah, pagelaran tersebut menjadi ruang pertemuan antara budaya, nilai spiritual, dan kebersamaan masyarakat. Acara diawali dengan doa yang dipimpin imam desa, dilanjutkan atraksi pencak silat oleh tokoh adat sebagai pembuka gelanggang.

Tari Cungka yang dibawakan penari perempuan kemudian mengawali rangkaian pertunjukan. Tarian ini menggambarkan awal kehidupan manusia dalam kandungan. Selanjutnya, Tari Ngibi ditampilkan sebagai simbol rasa syukur atas kehidupan yang dianugerahkan Tuhan.

Tokoh adat Desa Soligi, Imam La Puasa, mengatakan Ngibi bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang sarat nilai moral, sejarah, dan identitas masyarakat.

“Ngibi merupakan peninggalan leluhur yang harus terus dijaga agar generasi muda tidak melupakan asal-usulnya,” ujarnya.

Jika dahulu ditampilkan sebagai ungkapan syukur setelah panen raya, kini Ngibi menjadi bagian dari berbagai kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat, termasuk perayaan Iduladha.

Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, menyebut pagelaran budaya tersebut sebagai upaya menjaga identitas lokal di tengah perkembangan wilayah yang semakin pesat.

“Kegiatan yang didukung Harita Nickel ini merupakan kerja sama pemerintah desa dan tokoh adat untuk membina generasi muda agar terus mencintai dan melestarikan budayanya,” katanya.

Usai pertunjukan tari, gelanggang kembali ramai dengan penampilan pencak silat yang diperagakan anak-anak hingga pelajar SMA. Sorak-sorai warga mengiringi setiap gerakan yang ditampilkan sebagai simbol sportivitas dan semangat generasi muda.

Community Relations Supervisor Harita Nickel, Wigit Yan Sukmawan, mengatakan perusahaan mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat.

“Tari Ngibi bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga warisan nilai dan sejarah yang perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya. (**)

Jangan Jadi Plagiator