NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

SPBUN Panamboang Diduga Jadi Jalur Mafia BBM, Penanggung Jawab Akui Jual Tanpa Dokumen

Aktivitas BBM di SPBUN Panamboang

HALSEL – Penanggung jawab SPBUN Panamboang, Muhammad Ezi Umar, mengakui adanya penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada pihak pengusaha tanpa dilengkapi dokumen resmi. Pengakuan ini semakin memperkuat dugaan praktik mafia BBM yang selama ini dikeluhkan nelayan setempat.

Dalam keterangannya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/4), Ezi menyebut penjualan dilakukan karena stok BBM non-subsidi di SPBUN Panamboang kerap berlebih.

“Kami jual juga karena stok di sini melimpah. Minyak non-subsidi kalau masuk satu ret bisa 3 sampai 6 hari baru habis, bahkan sampai satu minggu,” ujarnya.

Namun, di balik alasan tersebut, temuan di lapangan menunjukkan adanya pola distribusi yang diduga tidak sesuai peruntukan. SPBUN Panamboang disebut tetap mengajukan tambahan pasokan BBM ke Balai Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Daerah (BP3D) dengan dalih kebutuhan nelayan belum terpenuhi. Bahkan, suplai dari SPBUN lain seperti Sayong juga dikabarkan sempat dialihkan.

Ironisnya, BBM yang masuk justru diduga disalurkan kepada pihak tertentu untuk kepentingan komersial. Dampaknya, jatah BBM bagi nelayan sering kali habis sebelum tersalurkan kepada yang berhak.

Salah satu pembeli yang disebut, Haji La Nusu, mengakui rutin membeli BBM dari SPBUN Panamboang dalam jumlah besar, berkisar 750 liter hingga 1 ton per minggu. BBM tersebut kemudian dijual kembali ke depot-depot mini di sepanjang Kota Labuha.

“Saya hanya beli 750 liter, BBM ini akan saya jual ke depot-depot mini di sepanjang jalan Kota Labuha,” ungkapnya.

Sesuai aturan, praktik penjualan BBM di SPBUN Panamboang dinilai bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Meski tergolong non-subsidi seperti Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex, BBM tetap tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan kembali tanpa izin usaha niaga resmi.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan distribusi yang berpotensi merugikan nelayan serta membuka ruang praktik mafia BBM di wilayah tersebut. (**)

Jangan Jadi Plagiator