
newsGAPI,Ternate – Kota Ternate terus menggeliat dengan semangat membangun kembali identitasnya sebagai kota rempah. Salah satu sosok yang turut berkontribusi adalah Busra, petani lokal di Kelurahan Marikurubu yang fokus menanam sereh—dikenal dalam bahasa lokal sebagai garamakusu, rempah khas Ternate yang kaya aroma dan manfaat.
Busra telah menanam ribuan pohon garamakusu di lahan miliknya. Kini, sebagian besar tanaman tersebut sudah memasuki masa panen. Namun, hasil produksinya masih dijual secara terbatas di pasar tradisional.
“Selama ini penjualannya hanya di pasar. Kendalanya di pupuk, alat kerja, dan belum ada akses ke pasar modern. Saya berharap ada perhatian dari Dinas Pertanian agar bisa dibantu untuk berkembang,” ujarnya kepada NewsGAPI.
Garamakusu merupakan salah satu rempah unggulan yang berpotensi dikembangkan secara komersial. Sayangnya, keterbatasan sarana produksi dan kurangnya pendampingan membuat petani seperti Busra kesulitan untuk naik kelas.
Ia berharap ada pelatihan, bantuan alat produksi, hingga pendampingan untuk mengolah dan mengemas produknya secara modern, sehingga bisa masuk ke pasar ritel maupun platform daring.
Ternate yang dikenal dalam sejarah sebagai pusat rempah dunia, menurut Busra, masih membutuhkan lebih banyak petani aktif agar potensi ini bisa tergarap maksimal.
“Kalau petani rempah dibina dan diperhatikan, bukan tidak mungkin Ternate bisa jadi sentra rempah nasional lagi. Bahkan bisa ekspor,” tambahnya.
Dukungan konkret dari pemerintah dan kolaborasi dengan pelaku usaha menjadi kunci agar branding Ternate Kota Rempah tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga kekuatan ekonomi berbasis kearifan lokal.(*)


More Stories
Arisan Online: Mengurai Jerat Hukum, Pergeseran Tradisi, dan Perlindungan Konsumen di Era Digital.Oleh Hardina
Di Ujung Obi, Sebuah Rumah Sederhana Mengubah Cara Anak-Anak Bermimpi
Maluku Utara Peringkat 7 Kejurnas Taekwondo 2026 Raih 2 Emas