NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Maluku Utara Peringkat 7 Kejurnas Taekwondo 2026 Raih 2 Emas

Foto bersama atlet, pelatih juara nasional taekwondo provinsi Maluku utara

SAMARINDA, NEWSGAPI.COM— Tim Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Maluku Utara menutup partisipasinya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Cadet dan Junior 2026 dengan capaian membanggakan.

Pada hari terakhir pertandingan, kontingen Maluku Utara berhasil menambah dua medali emas dan dua medali perunggu, sekaligus memastikan posisi di 10 besar nasional.

Dua medali emas dipersembahkan oleh Aldrian Putra Tomatala pada nomor kyorugi junior kelas 51 kilogram putra, serta Frandov Jovantra Naibaho dari nomor kyorugi cadet kelas 41 kilogram putra. Keduanya tampil solid dan mengunci podium tertinggi di kelas masing-masing.

Sementara itu, dua medali perunggu diraih oleh Muhammad Abdi Fairuz Payapo pada nomor kyorugi junior over 78 kilogram putra, serta Lionel Solomon Sianipar dari kelas kyorugi junior 55 kilogram putra.

Secara keseluruhan, Maluku Utara berhasil finish di peringkat ke-7 nasional dengan total raihan 2 emas dan 2 perunggu, menempatkan diri di jajaran 10 besar dari 38 provinsi peserta.

Adapun tiga besar klasemen akhir ditempati oleh Jawa Barat di posisi pertama, disusul Jawa Tengah di peringkat kedua, dan DKI Jakarta di posisi ketiga.

Pelatih yang juga Ketua Umum Pengprov TI Maluku Utara, Asadul Usud Boyratan, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para atlet yang telah menunjukkan performa maksimal sepanjang kejuaraan.“Alhamdulillah, hasil ini merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim serta dukungan pemerintah provinsi Maluku Utara, Kami bersyukur bisa menembus 10 besar nasional. Ini menjadi modal penting untuk pembinaan ke depan, terutama dalam mempersiapkan atlet menghadapi ajang yang lebih tinggi,” ujar Asadul.

Ia menambahkan, capaian ini menjadi lebih bernilai mengingat mayoritas atlet Maluku Utara berasal dari pembinaan klub yang ada di daerah, namun tetap mampu bersaing dengan provinsi lain yang telah memiliki sistem pembinaan lebih mapan seperti SPOPnas, SPOPda, PPLP, PPLPD, hingga Pelatda.“Ini menunjukkan bahwa potensi atlet kita sangat besar. Dengan dukungan dan sistem pembinaan yang lebih terstruktur ke depan, saya optimistis Maluku Utara bisa bersaing lebih kuat lagi, bahkan menembus level internasional,” tegasnya.

Hasil ini sekaligus menegaskan progres positif pembinaan taekwondo di Maluku Utara, serta membuka peluang bagi atlet muda daerah untuk tampil di panggung yang lebih tinggi.(*)

Jangan Jadi Plagiator