NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Pertambangan dan Kesehatan Masyarakat: Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Penulis : Abd Hakim Husen
(Kandidat Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat UNHAS)

Aktivitas pertambangan adalah proses ekstraksi dan pengolahan mineral, logam, batubara, dan sumber daya alam lainnya dari bawah permukaan bumi atau dari sumber daya alam yang terbuka seperti tambang terbuka.

Aktivitas pertambangan melibatkan serangkaian langkah, termasuk eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan pemasaran produk tambang. Kegiatan pertambangan tidak selalu menimbulkan dampak kerusakan alam jika dalam pelaksanaannya memnuhi kaidah-kaidah pertambangan yang baik (good mining practices).

Kegiatan pertambangan selain menambah penerimaan negara juga memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap masyarakat sekitar. Dampak langsung kegiatan pertambangan berkaitan dengan penebangan hutan dan kerusakan lingkungan di daerah tersebut.

Gangguan kesehatan masyarakat yang tinggal di wilayah atau daerah pertambangan merupakan dampak lanjutan yang diakibatkan oleh terjadinya pencemaran lingkungan di kawasan masyarakat sekitarnya.

Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pertambangan terbagi menjadi tiga, yaitu pencemaran air, udara, dan tanah. Faktor pencemaran air disebabkan oleh limba tambang, sedangkan faktor pencemaran udara disebabkan oleh asap-asap tambang yang memiliki senyawa kimia berbahaya, dan pencemaran tanah berasal dari limba tambang dari sisa-sisa produksi yang di buang sehingga terkontaminasi dengan tanah.

Dampak dari pencemaran lingkungan ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat yang tinggal di sekitar area pertambangan. Salah satu yaitu masalah polusi udara yang merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya di seluruh dunia.

Data dari organisasi dunia World Health Organization (WHO) menunjukkan polusi udara sebagai penyebab 7 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun.

Tak hanya membahayakan kesehatan manusia, polusi udara juga memicu pembentukan kabut asap dan hujan asam, merusak tanaman dan hutan, serta mencemari lingkungan. Aktivitas pertambangan telah menyebabkan pencemaran lingkungan yang signifikan, termasuk pencemaran air dan udara, degradasi tanah, dan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, seperti gangguan pernafasan, penyakit kulit, dan penyakit kronis.

Salah satu contoh dampak pencemaran udara pada kesehatan masyarakat adalah penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Hingga saat ini, pertambangan masih menjadi salah satu kegiatan ekonomi utama dalam industri global, seiring dengan dampak yang terjadi akibat dari penambangan terutama pada kesehatan dan lingkungan masyarakat sekitar lokasi penambangan.

Tentu saja hal ini harus diperhatikan oleh semua pihak baik penambang, pemerintah, maupun masyarakat sekitar. Masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat merupakan hal yang sangat fundamental yang harus di dahulukan dan di utamakan, karena menyangkut kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi kebijakan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, serta tindakan preventif, upaya pemulihan kesehatan, dan penegakan hukum yang efektif untuk mengatasi permasalahan yang teridentifikasi.(*)