
Tokoh Muda Makayoa, Rustam J Marsaoly (Pekerja Pers)
Labuha, Maluku Utara — Tokoh muda Makayoa, Rustam J. Marsaoly, mengajak seluruh keluarga besar Makayoa untuk tetap menjaga persatuan di tengah polemik pembentukan panitia Musyawarah ke-III Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa Halmahera Selatan (Halsel).
Rustam meminta semua pihak menahan diri dan mengutamakan dialog agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat merusak hubungan kekeluargaan.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan saling menyalahkan.
“Yang paling penting saat ini adalah menjaga persatuan. Musyawarah ini merupakan agenda bersama untuk membangun kembali organisasi. Jadi, semua pihak harus dirangkul, bukan justru membuat kita terpecah,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).
Pria lulusan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara itu mengatakan, polemik yang terjadi sebaiknya dijadikan bahan evaluasi bersama. Kritik yang disampaikan perlu didengarkan, sementara pihak yang telah memulai persiapan musyawarah diharapkan membuka ruang komunikasi dengan semua pihak.
Ia juga mendorong agar tokoh masyarakat, sesepuh, mantan pengurus, hingga generasi muda Makayoa, baik yang berada di Halsel maupun di luar daerah, dilibatkan dalam proses konsolidasi organisasi.
Menurut Rustam, keterlibatan semua unsur penting agar Musyawarah ke-III IKB Makayoa Halsel dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari keluarga besar Makayoa.
“Kalau ada hal yang dianggap belum sesuai atau belum melibatkan semua unsur, mari kita duduk bersama dan membicarakannya baik-baik. Jangan langsung saling menyalahkan. Kita cari jalan keluar terbaik demi kepentingan Makayoa,” katanya.
Ia menilai, Labuha sebagai pusat aktivitas masyarakat Makayoa di Halsel memiliki peran penting dalam memperkuat kembali kebersamaan. Karena itu, komunikasi dengan semua pihak, termasuk mereka yang menyampaikan kritik, harus tetap dijaga.
Rustam menegaskan, musyawarah bukan sekadar forum untuk memilih ketua dan membentuk kepengurusan baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali organisasi, mempererat hubungan kekeluargaan, dan memperkuat kontribusi Makayoa bagi masyarakat.
Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan maupun kepentingan kelompok tidak membuat tujuan utama organisasi terlupakan.
“Jangan sampai kita terlalu sibuk memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah, sementara tujuan membangun organisasi justru terlupakan. Apa yang sudah berjalan mari kita evaluasi, yang keberatan kita dengarkan, dan yang belum dilibatkan harus kita rangkul,” tegasnya.
Rustam berharap semua pihak dapat mengambil sikap bijak agar polemik yang terjadi tidak berlarut-larut. Menurutnya, keterbukaan dan kemauan untuk saling mendengarkan menjadi kunci untuk menemukan kesepakatan bersama.
“Makayoa adalah rumah bersama. Tidak boleh ada yang merasa paling memiliki organisasi, tetapi jangan sampai ada keluarga yang merasa ditinggalkan. Mari kita satukan langkah agar Musyawarah ke-III ini menjadi momentum kebangkitan IKB Makayoa Halsel, bukan sumber perpecahan,” tutupnya. (**)


More Stories
IKS Maluku Utara Ucapkan Selamat kepada Husein Said
Husein Said Nahkodai IKB-Makayoa Halsel
Siap Bangkit, IKB Makayoa Halsel Matangkan Musyawarah III