NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Askan Naim Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Bangun Ekonomi Maluku Utara

Foto bersama Ketua HIKMU dan Mahasiswa UNJ Jakarta

JAKARTA — Ketua Umum Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU), H. Askan Naim, mendorong mahasiswa untuk berani membangun usaha, menciptakan inovasi, dan mengambil peran dalam membuka lapangan kerja. Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi penggerak ekonomi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

Pesan tersebut disampaikan Askan saat menghadiri kegiatan bertajuk “Bersama Membangun Wirausaha Berjiwa Pancasila” di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara HIKMU dan lingkungan perguruan tinggi dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan serta membangun kemandirian ekonomi generasi muda.

Askan mengatakan, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku usaha yang inovatif. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan keberanian mengambil peluang, kemampuan membaca kebutuhan pasar, serta kemauan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus berani mengambil peluang dan menciptakan sesuatu yang bernilai. Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana membangun usaha yang bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Askan.

Ia menegaskan, kewirausahaan tidak seharusnya hanya berorientasi pada keuntungan. Lebih dari itu, kegiatan usaha perlu dibangun dengan integritas, tanggung jawab sosial, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Nilai-nilai Pancasila, menurut Askan, dapat menjadi fondasi bagi generasi muda dalam membangun usaha yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi lingkungan sekitarnya.

Selain mendorong lahirnya wirausaha muda, Askan melihat kolaborasi HIKMU dan UNJ sebagai peluang untuk memperkuat pengembangan potensi ekonomi Maluku Utara.

Ia menilai, berbagai komoditas unggulan daerah memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui dukungan riset, teknologi, kreativitas, dan pengetahuan akademik.

Dalam hal ini, mahasiswa asal Maluku Utara diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah, tetapi turut mengambil peran sebagai inovator, pelaku usaha, dan penghubung potensi lokal dengan pasar yang lebih luas.

Kolaborasi antara organisasi kedaerahan dan perguruan tinggi dinilai dapat membuka ruang bagi pertukaran gagasan sekaligus mendorong lahirnya model kewirausahaan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.

Ke depan, sinergi tersebut berpeluang dikembangkan melalui pelatihan kewirausahaan, inkubasi bisnis, serta pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui program-program tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman praktis dalam mengidentifikasi peluang bisnis, menyusun strategi usaha, membangun jejaring, dan menghadapi persaingan pasar.

HIKMU memandang keterlibatan generasi muda sebagai bagian penting dari upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah. Karena itu, hubungan antara mahasiswa, organisasi kedaerahan, dan jejaring dunia usaha perlu terus dibangun agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara produktif.

Askan berharap, kolaborasi dengan UNJ tidak berhenti pada forum dialog, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat Maluku Utara.

“Penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang mandiri secara ekonomi, berintegritas, serta berkontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan Maluku Utara,” tutupnya. (red)

Jangan Jadi Plagiator