
Foto bersama sesepuh dan pengurus usai Husein Said Terpilih Aklamasi Pimpin IKB-Makayoa Halsel 2026-2029
Labuha, Maluku Utara — Husein Said resmi terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Makian Kayoa (IKB-Makayoa) Halmahera Selatan (Halsel) periode 2026-2030. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) III yang berlangsung di UMKM Milenial, Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Minggu (11/10/2026).
Musyawarah tersebut dihadiri pengurus IKB-Makayoa Maluku Utara, para sesepuh Makayoa, serta jajaran pengurus IKB-Makayoa Halsel periode 2021-2025.
Terpilihnya Husein merupakan hasil kesepakatan bersama keluarga besar Makayoa dan para sesepuh yang mengikuti jalannya musyawarah.
Pimpinan sidang, Ady Hi. Adam, mengatakan keputusan tersebut lahir dari mufakat seluruh peserta yang menghendaki keberlanjutan organisasi.
“Musyawarah luar biasa melahirkan mufakat antara seluruh keluarga besar Makayoa dan para sesepuh, bahwa Husein Said ditetapkan sebagai ketua umum IKB-Makayoa,” kata Ady.
Ia menjelaskan, ketua umum terpilih memiliki tanggung jawab untuk menyusun struktur kepengurusan baru sekaligus mempersiapkan agenda pelantikan.
Meski demikian, proses pembentukan kepengurusan hingga pelantikan diharapkan berjalan melalui kerja sama seluruh keluarga besar Makayoa.
“Struktur dan pengurus menjadi tanggung jawab ketua terpilih. Tetapi semua tetap kerja kolektif dalam melaksanakan pelantikan yang akan diagendakan nanti,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus IKB-Makayoa Maluku Utara, Dr. Saiful Ahmad, menyampaikan bahwa musyawarah organisasi telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten dan kota di Maluku Utara.
Wilayah tersebut meliputi Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Pulau Morotai, dan Kepulauan Sula.
“Alhamdulillah, hari ini kita laksanakan di Halmahera Selatan, yang merupakan pusat terbesar keluarga besar Makayoa di Maluku Utara,” ungkap Saiful.
Menurutnya, IKB-Makayoa tidak hanya menjadi wadah silaturahmi keluarga, tetapi juga diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan daerah, pelestarian budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia mencontohkan tradisi Hapolas yang menjadi salah satu bentuk solidaritas masyarakat Makayoa dalam membantu keluarga yang mengalami musibah, menghadapi kesulitan ekonomi, maupun mendukung pendidikan anak-anak.
“Kita di Makayoa punya tradisi yang kita kenal dengan Hapolas. Melalui Hapolas, masyarakat Makayoa saling membantu keluarga yang sedang berduka, sedang kesulitan, dan bantu anak-anak berpendidikan,” jelasnya.
Saiful juga menyebut salah satu sesepuh Makayoa, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, yang menurutnya baru-baru ini dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Ia berharap keberadaan tokoh Makayoa di pemerintahan pusat dapat membuka ruang kontribusi organisasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui sektor pertanian dan program-program pemerintah.
Selain itu, Saiful mengungkapkan bahwa pelantikan pengurus IKB-Makayoa dari berbagai kabupaten dan kota direncanakan dipusatkan di Halmahera Selatan.
“Insyaallah pelantikan nanti kita undang Pak Wakil Menteri Pertanian, yang merupakan sesepuh Makayoa. Kita juga undang Pak Taufik Madjid, Sekjen Kemendes, karena beliau juga sesepuh,” tandasnya. (**)


More Stories
IKS Maluku Utara Ucapkan Selamat kepada Husein Said
Polemik Musyawarah IKB Makayoa Halsel, Rustam Ajak Semua Pihak Utamakan Persatuan
Siap Bangkit, IKB Makayoa Halsel Matangkan Musyawarah III