
Ternate – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mendorong nelayan di Maluku Utara agar semakin mandiri dan profesional melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu disampaikan saat menghadiri sosialisasi KUR bagi nelayan di Ternate.
Sherly menegaskan pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator dengan membangun kolaborasi bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk memperluas akses permodalan bagi nelayan.
Menurutnya, Maluku Utara memiliki sekitar 36 ribu nelayan, sementara bantuan kapal dari pemerintah setiap tahun masih terbatas. Karena itu, skema KUR diharapkan menjadi solusi bagi nelayan untuk memiliki kapal maupun mesin secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.
“Pemerintah membantu sesuai kemampuan, sedangkan kebutuhan kapal dan mesin dapat dipenuhi melalui fasilitas KUR agar nelayan mampu mengembangkan usahanya,” ujar Sherly.
Melalui program tersebut, lanjut Sherly, Pemprov Maluku Utara berharap nelayan tidak hanya bertahan, tetapi mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat manajemen usaha, dan bertransformasi menjadi pelaku usaha perikanan yang lebih modern dan berdaya saing.
Sosialisasi turut dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadie, perwakilan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dan mitra usaha perikanan. (**)


More Stories
Gubernur Sherly Siapkan Sejumlah Program Prioritas Pemprov Maluku Utara Tahun 2026
Gubernur Sherly Usulkan Rp2,9 Triliun untuk Percepatan Infrastruktur Maluku Utara
BPBJ Malut Pastikan Seleksi Penyedia Berjalan Transparan Lewat Pembuktian Kualifikasi