
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Paraeansa
Ternate – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (27/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama antardaerah, mulai dari pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pengelolaan BUMD, perdagangan, hingga peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui inovasi manajemen pemerintahan.
Gubernur Sherly mengatakan kunjungan tersebut merupakan langkah nyata Pemprov Maluku Utara untuk mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terutama dalam penguatan sumber daya manusia aparatur dan transformasi birokrasi.
“Terima kasih Ibu Khofifah. Bagi saya, Ibu Khofifah selalu menjadi mentor. Hari ini saya membawa tim dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara ke Jawa Timur untuk belajar, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM melalui BPSDM,” ujar Sherly dalam rilis yang diterima media ini.
Menurutnya, keberhasilan Jawa Timur membangun sistem pemerintahan yang terintegrasi menjadi referensi penting bagi Maluku Utara dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dan saling terhubung antarorganisasi perangkat daerah.
Sherly menilai pembangunan yang didukung SDM berkualitas akan mempercepat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Kami melihat Jawa Timur berhasil membangun sistem yang terintegrasi, di mana penguatan SDM menjadi fondasi utama. Ini yang ingin kami pelajari lebih dalam, bagaimana proyek perubahan benar-benar diimplementasikan dan dikawal agar berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pertambangan, serta berbagai komoditas unggulan yang memerlukan tata kelola modern dan aparatur yang kompeten agar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
Karena itu, Sherly berharap kerja sama antara Maluku Utara dan Jawa Timur tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi berlanjut dalam bentuk pendampingan teknis, pertukaran praktik terbaik, hingga peningkatan kapasitas ASN secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan pembangunan di Maluku Utara berbasis penguatan SDM dan terintegrasi. Kami siap belajar dan berkolaborasi agar Maluku Utara dapat berkembang lebih cepat dan maju ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kerja sama kedua provinsi merupakan bagian dari upaya membangun pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Selain penguatan tata kelola pemerintahan, kedua daerah juga membuka peluang memperluas kerja sama di bidang perdagangan, hilirisasi komoditas, serta peningkatan konektivitas logistik agar potensi ekonomi Maluku Utara dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas SDM, tata kelola pemerintahan, dan pertumbuhan ekonomi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. (**)


More Stories
Pemprov Malut Dorong Nelayan Naik Kelas Lewat Akses KUR
Gubernur Sherly Siapkan Sejumlah Program Prioritas Pemprov Maluku Utara Tahun 2026
Gubernur Sherly Usulkan Rp2,9 Triliun untuk Percepatan Infrastruktur Maluku Utara