
ilustrasi
HALSEL – Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Selatan justru menggelontorkan anggaran jumbo untuk belanja perjalanan dinas pada awal 2025. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 5.926.723.000.
Data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Swakelola yang diakses melalui sistem LKPP menunjukkan bahwa dana tersebut tersebar dalam puluhan kegiatan, dengan alokasi tertinggi pada perjalanan dinas biasa dan dalam kota.
Kegiatan administrasi umum tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan total Rp1,33 miliar untuk perjalanan dinas biasa dan Rp192 juta untuk perjalanan dalam kota. Sementara Administrasi Kepegawaian menyusul dengan anggaran perjalanan dinas mencapai Rp1,3 miliar.
Tak ketinggalan, kegiatan Koordinasi dan Pelaksanaan Akuntansi menghabiskan lebih dari Rp 800 juta, dan Koordinasi Pengelolaan Perbendaharaan Daerah mengalokasikan sekitar Rp 630 juta untuk aktivitas serupa.
Besarnya pagu ini menimbulkan pertanyaan soal efektivitas penggunaan anggaran daerah. Meski dapat diklaim dalam mendukung koordinasi dan pelaporan keuangan, belanja perjalanan dengan nilai fantastis di awal tahun berpotensi menjadi pemborosan, apalagi di tengah wacana efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah.
Sementara itu, Kepala BPKAD Halsel, Muhammad Nur, tidak merespons saat dikonfirmasi terkait temuan belanja perjalanan dinas, baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan. (**)


More Stories
Fadli Thamrin Daftar Bacalon Ketua KNPI Kota Ternate
Harita Nickel Serap Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang Usai Pelatihan Intensif
Kantongi Bukti, KNPI Halsel Tegaskan Sengketa Lahan Alimusu Sudah Tuntas