
Puskesmas Kayoa, Desa Guruapin
HALSEL — Kepala Puskesmas (Kapus) Kayoa, Fahrudin Sabtu, akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang menyebut dirinya memonopoli pengelolaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tanpa melibatkan bendahara dan staf puskesmas.
Dalam klarifikasinya, Fahrudin membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan program yang dibiayai dari dana BOK telah mengikuti mekanisme yang berlaku sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.
“Tidak benar kalau saya dikatakan mengatur sendiri dana BOK. Semua kegiatan dirancang melalui musyawarah internal, dan setiap tahapan selalu melibatkan tim pengelola puskesmas, termasuk bendahara dan penanggung jawab program,” tegas Fahrudin, Jumat (13/6/2025).
Fahrudin juga menjelaskan bahwa administrasi dan pelaporan kegiatan dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyebut bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan hanya berasal dari kesalahpahaman atau pihak-pihak yang tidak memahami prosedur teknis pengelolaan anggaran BOK.
“Setiap penggunaan anggaran kami dokumentasikan dan laporkan secara berkala ke Dinas Kesehatan. Jadi, tidak ada yang ditutupi. Jika memang diperlukan, saya siap membuka seluruh dokumen pertanggungjawaban,” lanjutnya.
Fahrudin juga menyayangkan beredarnya informasi sepihak. Ia berharap agar seluruh pihak dapat menahan diri dan memberikan ruang kepada Dinas Kesehatan Halmahera Selatan untuk melakukan evaluasi secara objektif.
“Kami terbuka untuk itu. Justru kami ingin menunjukkan bahwa apa yang kami jalankan selama ini sesuai aturan dan demi kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan Fahrudin turut diperkuat oleh Bendahara BOK Puskesmas Kayoa, Fajria A. Hamid, yang juga membantah kabar bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana BOK.
“Isu yang menyebut saya tidak terlibat dalam pengelolaan dana BOK itu tidak benar. Justru selama ini saya yang mengurus administrasi dan penyaluran dana ke Dinas Kesehatan. Saya tahu persis alur dan proses pencairannya,” jelas Fajria.
Ia menambahkan bahwa dirinya selalu terlibat dalam proses pelaporan dan pencairan anggaran, serta turut berkoordinasi secara rutin dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan.
“Seluruh proses berjalan sesuai mekanisme dan saya secara aktif terlibat dalam pencairan maupun pelaporan dana,” tutupnya. (**)


More Stories
Ribuan Siswa Madrasah di Halsel Ikut Cetak Rekor MURI, Kasi Pendis Kemenag Beri Apresiasi
Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026
Asadul Boyratan Menang Telak! Resmi Pimpin Taekwondo Maluku Utara