NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Oknum Karyawan Wings Air Diduga Lakukan KDRT Berulang, Istri Alami Luka Serius

Nurna Ansar (Korban KDRT)

HALSEL – Perilaku tak terpuji kembali mencoreng dunia penerbangan domestik. Seorang oknum karyawan maskapai Wings Air berinisial I alias Irwan S. Kamasi, yang bertugas di Bandara Oesman Sadik, Labuha, dilaporkan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Nurna Ansar.

Nurna mengungkapkan bahwa tindak kekerasan itu bukan yang pertama kali. KDRT sudah berlangsung sejak keduanya masih tinggal di Ternate, bahkan pernah menyebabkan mereka pisah ranjang selama empat bulan. Namun, setelah Irwan menjemputnya kembali ke Bacan, kekerasan tersebut justru terus berlanjut.

“Waktu di Ternate dia sudah sering pukul saya. Di Bacan juga masih terus pukul. Pernah saya hampir mati, tapi Alhamdulillah masih selamat. Saya sempat kembali ke Moti, tapi dia dan mertuanya bujuk saya kembali ke Bacan, ternyata tetap dipukul lagi,” ujar Nurna.

Puncaknya terjadi pada Minggu, 18 Mei 2025, sekitar pukul 14.00 WIT. Saat Nurna sedang menyuapi anak dan hendak menidurkannya, Irwan yang diduga dalam keadaan mabuk berat masuk kamar dan langsung melakukan tindakan kekerasan.

“Dia tendang saya dari belakang, lalu pukul wajah sampai bengkak. Kepala juga bengkak karena diinjak dan dipukul berulang-ulang. Waktu itu dia mabuk parah,” tambah Nurna.

Saat ditanya alasan suaminya melakukan kekerasan, Nurna menjelaskan bahwa Irwan menuduh dirinya menjalin hubungan dengan pria lain saat di Ternate. Tuduhan itu, menurut Nurna, tak berdasar karena ia sudah lama tidak ke Ternate dan suaminya pun tak bisa menunjukkan bukti selain mengaku mendapat laporan dari seseorang.

Merasa sudah tidak tahan, Nurna akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Halmahera Selatan. “Saya minta pelaku ditahan dan diproses hukum. Sudah cukup saya jadi korban terus-menerus,” tegasnya.

Sementara itu, PS Kanit I SPKT Polres Halsel, Indra Ode Sula, membenarkan bahwa laporan telah diterima dengan nomor STPL/310/V/2025/SPKT. “Korban sudah kami arahkan untuk visum di RSUD Labuha,” jelas Indra. (**)

Jangan Jadi Plagiator