
Dr. Muammil Sun’an, Akademisi Unkhair Ternate
NEWSGAPI.COM — Pernyataan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 4, Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe yang menyebut sering terjadi banjir atau bencana alam sebelum adanya pertambangan di Maluku Utara, dinilai keliru oleh Akademisi Universitas Khairun Ternate, Muammil Sun’an
Pernyataan tersebut disampaikan Sarbin Sehe saat menjawab pertanyaan yang lontarkan oleh lawan politiknya saat debat kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Aula Ummu Ternate, Selasa (19/11).
Menurut Muammil, jawaban dari calon Gubernur nomor urut 4 sangat keliru jika mengatakan kerusakan lingkungan dan bancana banjir di Maluku Utara disebabkan oleh tingginya curah hujan, dan malah bukan dari aktivitas pertambangan.
“Keteraturan alam yang sudah dikacaukan oleh kegiatan manusia termasuk perusahaan tambang pastinya akan merusak lingkungan. Cawagub Sarbin Sehe tentunya sangat paham Surat Ar Rum ayat 41 berisi tentang kerusakan bumi akibat ulah manusia. Ini merujuk pada kerusakan lingkungan baik itu di darat, laut maupun udara,” terangnya, Rabu (20/11/24).
Ia mengatakan, pada dasarnya tidak ada aktivitas perusahaan tambang yang tidak merusak lingkungan. Menurutnya, perusahaan harusnya bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menangani dampak negatif yang ditimbulkan. Sebab, keruskan lingkungan sangat berdampak pada masyarakat di Maluku Utara.
Mantan Staf Khusus Pemda Halmahera Selatan itu menyebut, sebelum adanya Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kegiatan perusahaan tambang, Maluku Utara jauh dari kerusakan lingkungan dan bencana, meski terjadi intensitas hujan yang tinggi.
“Setelah adanya IUP kegiatan ekploitasi oleh perusahan tambang pastinya terjadi penebangan hutan secara brutal oleh pihak swasta. Masuknya perusahaan tambang maka terjadinya penggundulan hutan yang sebelumnya vegetasinya masih lestari, sehingga sangat minim dari bencana banjir,” jelasnya.
Selain itu, penebangan hutan secara liar untuk area pertambangan maupun pemukiman tentu dapat mengurangi jumlah pohon di bumi. “Jadi penebangan hutan pada aktivitas pertambangan juga dapat menurunkan pasokan oksigen dan menyebabkan bencana banjir bandang dan tanah longsor,” ungkap Muammil. (fikri)


More Stories
Kolaborasi Harita Nickel dan Warga Kawasi Rawat Danau Karo dan Benteng De Brill
Taekwondo Malut Gelar Pelantikan Pengurus Baru Akhir Mei 2026
Pemimpin Ja’fariyah Tetapkan Idul Adha 1447H Pada 26 Mei 2026