
newsgapi.com | Ternate – Akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Syarif robo angkat bicara terkait banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Rua, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate.
Ia mengatakan, banjir bandang biasanya terjadi pada Daerah Aliran Sungai (Das) dengan kapasitas yang kecil, banjir bandang yang terjadi di Ternate Pulau sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor utama sehingga menyebabkan terjadinya bancir bandang.
“Banjir bandang biasa terjadi karna ada faktor penyebab dan faktor yang mempengaruhi. Faktor penyebab sendiri adalah intensitas air hujan yang besar dan terjadi dengan waktu yang cukup lama dan faktor yang mempengaruhinya itu adalah tanah longsor” Kata Syarif, Minggu (25/8/24).
Menurutnya, banjir bandang selalu terjadi pada bagian Daerah Aliran Sungai (DAS), sebab tidak ada material debris yang tertahan pada satu titik sehingga volume air meningkat, akibatnya air meluap ke tempat-tempat tertentu atau mencari jalur lain. Material debris sendiri adalah beragam matrial yang di bawah air hujan yang turun dari bagian puncak gunung kebagian hilir gunung.
Dosen ilmu tanah yang juga konsentrasi studi hidrologi itu menyampaikan, sebagai mitigasi pada wilayah vulkanik yang notabenen rawan bencana tersebut perlu untuk melakukan penghijauan kembali (reboisasi) dan tata ruang Kota Ternate.
“BMKG atau pihak terkait harus pemantauan cuaca secara berkala dan sekaligus lembaga kebencanaan memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait dengan tanggap darurat, apalagi daerah-daerah vulkanik seperti Ternate ini memiliki topografi yang curam” Imbuhnya. (red/fikri)


More Stories
Ribuan Siswa Madrasah di Halsel Ikut Cetak Rekor MURI, Kasi Pendis Kemenag Beri Apresiasi
Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026
Asadul Boyratan Menang Telak! Resmi Pimpin Taekwondo Maluku Utara