NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Mengenang Tiga Tahun Kepergian Usman Sidik: Membaca Jejak Kepemimpinan dari Taman, Jalan, hingga Fiskal Halmahera Selatan

Alm. Usman Sidik, S.H., M.H.

LABUHA — Senja di Labuha selalu menyimpan cerita. Matahari perlahan tenggelam di balik Teluk Labuha. Di tepian laut, warga berkumpul menikmati pergantian siang menuju malam. Di kawasan yang kini dikenal sebagai Taman Zero Point itu, tak banyak yang mungkin mengingat bahwa tempat tersebut pernah menjadi pasar ikan, sebelum difungsikan sebagai area parkir perahu dan ketinting.

Kini, wajahnya berubah. Kawasan itu menjadi ruang terbuka, salah satu tempat warga menikmati kota sekaligus menyaksikan senja. Perubahan tersebut menyimpan jejak seorang kepala daerah yang masa kepemimpinannya tak panjang, Usman Sidik.

Tepat tiga tahun lalu, 5 November 2023, Usman meninggal dunia ketika masih menjabat sebagai Bupati Halmahera Selatan. Ia berpulang setelah terjatuh saat mengikuti pertandingan sepak bola eksibisi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, dalam rangkaian pembukaan Piala Bupati Cup II.

Hari itu, Usman mengenakan seragam tim wartawan. Ia dipercaya menjadi kapten dengan nomor punggung 18. Pertandingan berlangsung di lapangan GBK Labuha. Di tengah laga, ia tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Marabose, tetapi nyawanya tak tertolong. Usman dinyatakan meninggal sekitar pukul 18.40 WIT.

Kepergiannya terasa getir. Sepak bola bersama komunitas wartawan justru menjadi panggung terakhir perjalanan hidup seorang mantan jurnalis yang kemudian dipercaya memimpin daerah.

Sebelum memasuki dunia politik, Usman mengenal kerasnya kehidupan sejak muda. Ia pernah bekerja sebagai buruh kasar, termasuk di Pelabuhan Bastiong, Ternate, ketika masih bersekolah. Ia juga sempat bekerja di perusahaan kayu di Sidangoli.

Perjalanan itu kemudian membawanya ke dunia jurnalistik. Usman pernah menjadi kontributor sejumlah stasiun televisi nasional, di antaranya TPI dan RCTI untuk wilayah Maluku Utara. Ia selanjutnya mendirikan media Seputar Malut. Dari dunia pers, ia membangun jaringan dan kedekatan dengan banyak kalangan.

Masa Jabatan yang Tak Selesai

Usman dilantik sebagai Bupati Halmahera Selatan pada 24 Mei 2021 bersama Bassam Kasuba sebagai wakil bupati untuk periode 2021–2024. Ia datang setelah daerah itu melewati kepemimpinan Muhammad Kasuba selama dua periode dan dilanjutkan Bahrain Kasuba.

Namun, takdir membuat masa pemerintahannya berhenti sebelum periode tersebut berakhir. Usman hanya memimpin sekitar dua tahun lima bulan.

Dalam rentang waktu itu, pemerintahannya menjalankan sejumlah agenda, mulai dari penataan kawasan perkotaan, pembangunan infrastruktur hingga penguatan kapasitas fiskal. Sebagian hasilnya terlihat di ruang-ruang publik Labuha, sementara agenda lainnya diteruskan oleh pemerintahan berikutnya.

Perjalanan kepemimpinannya juga diwarnai sejumlah penghargaan. Pada 24 Maret 2021, sebelum dilantik sebagai bupati, Usman menerima penghargaan dari PWI di Jakarta sebagai pembicara dalam seminar olahraga nasional. Ia juga memperoleh apresiasi Dewan Pers atas dukungannya terhadap kehidupan pers di Maluku Utara, khususnya Halmahera Selatan.

Pada 13 November 2021, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) memberikan penghargaan kepadanya sebagai wartawan pertama di Maluku Utara yang menjadi kepala daerah. Penghargaan tersebut diserahkan Ketua LEPRID Paulus Pangka di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Pada 2023, Usman menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN atas dukungannya terhadap program pembangunan keluarga dan kependudukan. Ia juga masuk daftar penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 melalui inovasi pengembangan kopra putih di Halmahera Selatan.

Program e-Smart Labuha turut mengantarkan pemerintah daerah memperoleh penghargaan Special Recognition of Outstanding Initiative dalam Indonesia Awards 2023 yang diselenggarakan iNews Media Group pada 31 Agustus 2023 di Jakarta.

Selain itu, terdapat penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) terkait upaya penanggulangan HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria. Rincian waktu serta dokumentasi penyerahannya masih perlu merujuk arsip resmi penyelenggara.

Setelah Usman meninggal, IPDN memberikan penghargaan Kartika Pamong Praja Muda. Penghargaan itu diterima putranya, Ananta Rizky Perdana Sidik, di Balairung Kampus IPDN, Sumedang, Jawa Barat, pada 23 November 2023.

Deretan penghargaan tersebut menjadi catatan perjalanan seorang mantan wartawan yang kemudian memimpin pemerintahan. Namun, ukuran kepemimpinan tidak berhenti pada penghargaan. Kebijakan, pengelolaan anggaran, kualitas pembangunan, dan manfaatnya bagi masyarakat tetap menjadi ukuran yang lebih nyata.

APBD Menembus Rp2,16 Triliun

Usman dan Bassam mulai memimpin ketika pandemi Covid-19 masih membayangi perekonomian. Pemerintah daerah juga menghadapi kewajiban pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sekitar Rp150 miliar yang berasal dari periode pemerintahan sebelumnya.

Di tengah situasi tersebut, kapasitas anggaran Halmahera Selatan mengalami peningkatan. Berdasarkan catatan pemerintah daerah saat itu, APBD 2021 berada di kisaran Rp1,4 triliun. Pada 2022 meningkat menjadi sekitar Rp1,521 triliun, kemudian APBD awal 2023 tercatat sekitar Rp1,539 triliun.

Perubahan signifikan terjadi dalam APBD Perubahan 2023 yang mencapai sekitar Rp2,16 triliun. Nilai itu bertambah sekitar Rp621 miliar dibandingkan APBD awal tahun yang sama.

Sekretaris Daerah Halmahera Selatan saat itu, Safiun Radjulan, menyebut peningkatan tersebut merupakan hasil upaya pemerintah daerah memperjuangkan tambahan sumber pendapatan, baik melalui dana bagi hasil pajak maupun transfer pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, yang termuat dalam dokumen APBD perubahan tahun ini sebesar Rp2,16 triliun. Perlu digarisbawahi, hasil itu adalah hasil kerja keras Pak Bupati,” ujar Safiun, Jumat, 13 Oktober 2023.

Ia juga menyebut Usman mengarahkan agar target pendapatan asli daerah tidak ditetapkan secara berlebihan.

“Kita tidak pernah mendongkrak PAD yang tidak realistis. Semua diarahkan Pak Bupati bahwa kita menghitung anggaran berdasarkan hasil pendapatan yang betul-betul rasional,” katanya.

Safiun ketika itu turut mengungkapkan rencana pengelolaan air baku di kawasan perusahaan tambang Harita Nickel dan Wanatiara Persada di Pulau Obi. Potensi pendapatan yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar per bulan disebut dapat menjadi tambahan PAD.

Peningkatan APBD tersebut memperlihatkan upaya memperluas ruang fiskal daerah. Meski demikian, besarnya pagu anggaran tidak otomatis menggambarkan keberhasilan seluruh program. Realisasi pendapatan, serapan belanja, dan kualitas pembangunan tetap perlu menjadi bagian dari penilaian.

Dari Pasar Ikan Menjadi Ruang Publik

Jika ada perubahan yang paling mudah ditemukan di Labuha, salah satunya adalah penataan ruang publik.

Taman Zero Point menjadi gambaran bagaimana sebuah kawasan yang sebelumnya memiliki fungsi sederhana dapat diubah menjadi ruang terbuka. Dari pasar ikan, kemudian tempat parkir perahu dan ketinting, kawasan itu ditata menjadi ruang publik di tepian Teluk Labuha.

Gagasan serupa terlihat di kawasan UMKM Milenial, Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan. Lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan pasar sayur dan pasar ikan yang kurang terurus ditata menjadi ruang aktivitas ekonomi sekaligus tempat masyarakat bersantai.

Lampu-lampu bergaya klasik menghadirkan suasana berbeda ketika malam tiba. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik aktivitas warga, terutama ketika malam mulai turun.

Di Desa Papaloang, terdapat Papaloang Park yang sebelumnya berupa lahan kosong dengan pepohonan dan semak belukar. Setelah ditata, kawasan itu berubah menjadi taman yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat bersama keluarga.

Penataan kawasan wisata Nusara di depan ibu kota Labuha juga menjadi bagian dari agenda pengembangan ruang publik dan pariwisata.

Usman pernah menjelaskan arah pembangunan tersebut pada 26 Desember 2022. Menurut dia, Halmahera Selatan tidak semestinya hanya dikenal melalui investasi pertambangan.

“Kemajuan suatu daerah terletak juga pada ikon pariwisata kota sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Halmahera Selatan tidak hanya fokus pada substansi investasi semata, misalnya pertambangan dan lainnya, tetapi mereka juga bisa nikmati ikon pariwisata di sejumlah tempat,” kata Usman.

Pernyataan itu memperlihatkan pandangannya tentang pembangunan kota. Di tengah besarnya potensi pertambangan, Halmahera Selatan juga perlu memiliki wajah pariwisata yang dapat dinikmati masyarakat dan pengunjung.

Infrastruktur untuk Wilayah Kepulauan

Di luar penataan ibu kota, pembangunan jalan dan jembatan di sejumlah kecamatan turut menjadi agenda pemerintahannya.

Pembangunan jalan hotmix dan jembatan di wilayah Bacan Timur, Pulau Makian, hingga Gane Barat Utara disebut sebagai bagian dari upaya memperluas aksesibilitas masyarakat.

Bagi Halmahera Selatan yang terdiri atas banyak pulau, infrastruktur bukan sekadar proyek fisik. Jalan dan jembatan berkaitan langsung dengan distribusi barang, akses pelayanan publik, serta pergerakan ekonomi masyarakat.

Kendati demikian, manfaat pembangunan tersebut tetap perlu diukur melalui kondisi fisik proyek, kualitas pekerjaan, dan keberlanjutan penggunaannya. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah proyek yang dikerjakan.

Gagasan yang Diteruskan Pemerintahan Berikutnya

Usman tak sempat menyaksikan seluruh agenda pembangunan yang dirancangnya selesai. Setelah ia meninggal, Bassam Kasuba melanjutkan pemerintahan Halmahera Selatan. Sejumlah program penataan kawasan perkotaan kemudian diteruskan melalui proyek multiyears yang mulai dikerjakan pada 2024.

Program tersebut meliputi pembangunan jalan dan jembatan kawasan strategis perkotaan Labuha, pembangunan dermaga semut di Tokona, penataan kawasan wisata Nusara, serta pengembangan kawasan strategis ekonomi sepanjang Labuha hingga Tembal, hingga pembangunan dan penataan pasar Babang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Halmahera Selatan saat itu, Ikbal Hi. Mustafa, menyebut proyek multiyears tersebut merupakan prioritas Usman bersama wakilnya, Bassam Kasuba.

“Proyek multiyears ini adalah prioritas almarhum Bupati dan wakilnya Bassam Kasuba demi penataan kawasan perkotaan Labuha dan peningkatan ekonomi rakyat,” kata Ikbal.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa sebagian gagasan pembangunan tidak berhenti bersama berakhirnya masa jabatan seorang kepala daerah. Namun, tanggung jawab pemerintah berikutnya bukan sekadar melanjutkan proyek, melainkan memastikan pekerjaan selesai dengan baik dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat.

Tiga tahun setelah Usman berpulang, Labuha terus bergerak. Wajah kota berubah, ruang publik tumbuh, dan sejumlah agenda pembangunan masih berjalan.

Di Zero Point, warga tetap menikmati senja. Di Tembal, lampu-lampu kawasan UMKM menyala ketika malam tiba. Sementara di Papaloang, taman menjadi tempat masyarakat melepas penat.

Usman memang hanya memimpin sekitar dua tahun lima bulan. Ia tak sempat menuntaskan seluruh rencana, bahkan tak sempat menyaksikan bagaimana sebagian gagasannya berkembang.

Namun, ada sesuatu yang tertinggal setelah seorang pemimpin pergi yakni keputusan yang pernah dibuat, pembangunan yang pernah dimulai, dan ruang-ruang yang kini digunakan masyarakat.

Barangkali, ingatan paling panjang tentang seorang pemimpin tidak selalu tersimpan dalam pidato atau penghargaan. Ia bisa hidup dalam sebuah taman, jalan yang dilalui warga, atau sudut kota tempat orang-orang berkumpul.

Usman telah berpulang. Tetapi di sejumlah sudut Labuha, jejak kepemimpinannya masih dapat dijumpai. (**)

Jangan Jadi Plagiator