
Bupati Halsel, Bassam Kasuba meresmikan fasilitas pengolahan air bersih berbasis teknologi Reverse Osmosis di Kawasi
LABUHA – Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, termasuk warga Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, Harita Nickel menghadirkan fasilitas pengolahan air bersih berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO) yang diresmikan Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, Rabu (28/10).
Fasilitas ini diharapkan memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air baku berkualitas. Lantas, apa itu teknologi Reverse Osmosis dan bagaimana cara kerjanya?
Reverse Osmosis merupakan teknologi pemurnian air yang menggunakan membran semipermeabel untuk memisahkan molekul air dari zat terlarut dan berbagai kontaminan. Melalui tekanan tertentu, air baku dialirkan melewati membran, sementara sebagian besar garam terlarut, logam, dan zat pengotor lainnya dipisahkan.
Teknologi ini banyak digunakan untuk mengolah air dengan kandungan zat terlarut tinggi, termasuk air payau dan air laut. Berbeda dengan penyaringan konvensional yang umumnya memisahkan pasir, lumpur, dan sedimen, sistem RO mampu mengurangi berbagai zat terlarut yang tidak dapat disaring melalui filtrasi biasa.
Di Kawasi, fasilitas tersebut dibangun melalui kolaborasi Harita Nickel dan Pemerintah Desa Kawasi. Kehadirannya juga melengkapi instalasi Water Treatment Plant (WTP) yang sebelumnya telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Saat peresmian, Bupati Bassam Kasuba meninjau langsung instalasi pengolahan air yang dilengkapi sistem filtrasi otomatis, teknologi RO, ultraviolet (UV), dan ozon. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan air baku sekitar 40 meter kubik per hari.
Setiap teknologi memiliki fungsi berbeda. Sistem filtrasi menyaring partikel dan kotoran, membran RO memisahkan zat terlarut, sedangkan UV dan ozon digunakan untuk membantu mengendalikan mikroorganisme dalam air.
Bupati Bassam Kasuba mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama, baik pemerintah maupun pihak swasta.
“Air bersih adalah aspek penting dalam kehidupan dasar masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi atas hadirnya teknologi pengolahan air bersih, termasuk pengelolaan air bakunya. Semoga teknologi ini dapat diterapkan di wilayah lain di Halmahera Selatan,” kata Bassam.
Ia berharap teknologi RO dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses air bersih, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air berkualitas. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemenuhan layanan dasar yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menjelaskan bahwa teknologi RO dan membran dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas air baku. Penerapan teknologi tersebut di Kawasi menjadi salah satu alternatif dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Sistem pengolahan air di PDAM Halmahera Selatan juga menggunakan teknologi RO dan membran. Penerapan teknologi tersebut di Kawasi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat di sekitar kawasan industri,” ujar Soleman.
Meski demikian, keberadaan fasilitas tersebut perlu didukung pengoperasian dan pemeliharaan secara konsisten. Pengawasan kualitas air secara berkala juga penting untuk memastikan instalasi berfungsi optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Harapan serupa disampaikan warga Desa Kawasi, Ahmad Sabar. Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan air harus menjadi investasi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
“Yang paling penting bagi masyarakat tentu bagaimana menikmati air bersih yang tetap tersedia dan kualitasnya terjaga. Pembangunan fasilitas Reverse Osmosis ini menjadi langkah untuk mendukung kebutuhan warga sekarang dan ke depannya,” ujar Ahmad.
Ia berharap manfaat fasilitas tersebut tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga didukung pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber air.
Dengan kapasitas pengolahan sekitar 40 meter kubik per hari, fasilitas RO di Kawasi diharapkan dapat memperkuat sistem penyediaan air bersih yang telah berjalan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan. (**)


More Stories
Samsat Halsel Go to Desa, Perluas Akses Pelayanan hingga ke Desa
Mengenang Tiga Tahun Kepergian Usman Sidik: Membaca Jejak Kepemimpinan dari Taman, Jalan, hingga Fiskal Halmahera Selatan
Pelatih Gazza FTC Tembus Kandidat Lima Terbaik Nasional, Wakili Maluku Utara di Sertifikasi Pelatih Taekwondo 2026