NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Diskominfo Halsel Dinilai Boros, Tetap Bayar Internet Telkom Rp3,5 Miliar Meski Ada Opsi Starlink Lebih Murah

Kantor Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian. Alamat, Jln Masjid Raya Al Khairat Labuha

Labuha, Maluku Utara – Kebijakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Halmahera Selatan dinilai boros anggaran. Instansi tersebut tetap memilih berlangganan layanan internet dari Telkom dengan nilai lebih dari Rp3,5 miliar per tahun, meski terdapat alternatif layanan internet satelit Starlink yang disebut jauh lebih hemat.

Temuan ini terlihat dalam daftar Rencana Umum Pengadaan (RUP) Internet Tahun 2025, di mana seluruh paket pengadaan internet tercatat menggunakan layanan Telkom.

Belanja layanan internet Diskominfo tercatat cukup besar diantaranya iuran Astinet 500 Mbps sebesar Rp416,8 juta, iuran internet lainnya Rp874,6 juta, serta Astinet 550 Mbps mencapai Rp2,23 miliar. Padahal, penggunaan Starlink disebut bisa memangkas biaya hingga 90 persen.

Sumber internal Diskominfo menyebut penggunaan layanan Starlink dapat menjadi solusi efisiensi anggaran. Dengan biaya perangkat sekitar Rp7 juta per unit dan langganan bulanan Rp750 ribu, penggunaan 30 unit Starlink untuk memenuhi kebutuhan internet di setiap OPD hanya membutuhkan sekitar Rp270 juta per tahun.

“Jika menggunakan Starlink, anggaran APBD yang biasanya terserap hingga Rp 3 ,5 miliar per tahun bisa ditekan drastis. Efisiensi ini tentu membuka ruang fiskal untuk program prioritas lain,” ujar salah satu sumber internal belum lama ini.

Ia menyayangkan keputusan Kepala Dinas Kominfo, Sutego, yang tetap memilih Telkom sebagai penyedia layanan meski terdapat opsi lain yang dinilai lebih ekonomis. Penggunaan anggaran internet yang begitu besar, menurutnya, berdampak pada terhambatnya sejumlah program prioritas di Diskominfo.

“Dengan alokasi APBD yang cukup besar pada satu pos belanja saja, sejumlah kegiatan strategis diprediksi tidak dapat terakomodir secara maksimal,” katanya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Dinas Kominfo Halmahera Selatan, Sutego, ketika dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait kebijakan tersebut. (**)

Jangan Jadi Plagiator