NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Proyek Pelabuhan Semut Tuwokona Terhambat, Ini Penyebabnya

Kadis PUPR Halsel, Idham Pora, memantau progres proyek pelabuhan Semut Tuwokina

Labuha, Maluku Utara – Progres pembangunan Pelabuhan Semut di Desa Tuwokona, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menjadi sorotan publik. Proyek multiyears yang dimulai sejak tahun 2023 ini hingga kini belum juga rampung.

Hambatan utama proyek disinyalir berasal dari keterlambatan pembayaran oleh Pemerintah Daerah (Pemda) yang masih memiliki tunggakan kepada pihak rekanan pelaksana.

Berdasarkan penelusuran, proyek ini dijadwalkan selesai pada tahun 2024. Namun, pelaksanaannya sempat mengalami tender ulang serta perpanjangan masa kontrak hingga Agustus 2025 akibat berbagai kendala teknis dan administratif. Kondisi tersebut membuat jadwal penyelesaian proyek bergeser dari rencana awal.

Hingga November 2025, progres pembangunan pelabuhan baru mencapai sekitar 77 persen. Padahal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halsel menargetkan proyek rampung pada Agustus 2025. Keterlambatan disebut-sebut dipicu oleh pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat ke daerah, yang berimbas langsung pada kelancaran pembiayaan proyek.

Sumber internal Pemda menyebutkan bahwa pihak rekanan diberikan waktu hingga Desember 2025 untuk menyelesaikan proyek. Namun, jika proyek selesai sesuai target, Pemda Halsel masih memiliki kewajiban membayar tunggakan sekitar Rp 30 miliar kepada rekanan.

“Untuk proyek ini, target PUPR bakal rampung di Desember tahun ini,” ungkap sumber tersebut, Sabtu (8/11).

Pelabuhan Semut Tuwokona merupakan proyek strategis daerah yang digagas mendiang Bupati Usman Sidik untuk mengembangkan kawasan pelabuhan rakyat dan dermaga di wilayah Halsel. Proyek ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp 58,7 miliar yang bersumber dari APBD 2023 dan dikerjakan oleh PT Relis Sapindo Utama sebagai kontraktor pelaksana.

Meski memiliki nilai strategis bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, Pemda Halsel di bawah kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba belum sepenuhnya fokus dalam penyelesaiannya.

“Pemerintah daerah kemungkinan masih mempertimbangkan alokasi anggaran untuk kegiatan prioritas lain, sehingga progres pembangunan Pelabuhan Semut berjalan lambat dan belum menunjukkan hasil signifikan,” ujar sumber.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Halsel, Idham Pora, belum memberikan tanggapan terkait keterlambatan proyek dan tunggakan pembayaran hingga berita ini diterbitkan. (**)

Jangan Jadi Plagiator