
Labuha, Maluku Utara – Warga Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengeluhkan kondisi tempat jualan yang dinilai kurang layak dan tidak mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para pedagang yang mayoritas adalah ibu-ib menjajakan hasil pertanian seperti terong, cabai, dan berbagai jenis sayuran lainnya di bawah terik matahari. Mereka hanya beralaskan karung dan plastik, tanpa atap atau fasilitas penunjang lainnya.
“Yang jualan di pasar Desa Guruapin ini datang dari beberapa desa di Pulau Kayoa. Kami biasa berjualan saat hari pasar, yaitu setiap hari Jumat. Hasil tani ini kami jual untuk kebutuhan anak sekolah dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujar Eka, salah satu pedagang di pasar tersebut, Jumat (17/10/2025).

Lebih lanjut, Eka mengatakan bahwa hasil panen para petani sering kali tidak laku terjual karena sebagian besar warga di Pulau Kayoa juga berprofesi sebagai petani. Oleh karena itu, Pasar Desa Guruapin menjadi salah satu tempat utama untuk memasarkan hasil bumi mereka.
“Kami punya harapan besar di sini, tapi kondisi pasar ya seperti yang Anda lihat sekarang. Kami sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Daerah untuk menyediakan pasar yang lebih layak agar kami bisa menjual hasil pertanian dengan baik,” pungkasnya.
Ia juga menambahkan, meski pemerintah gencar mendorong sektor pertanian, namun tanpa dukungan terhadap akses pasar, hasil tani berisiko mubazir.
“Apalagi sekarang pemerintah katanya fokus di bidang pertanian. Tapi kalau kami menanam banyak-banyak dan tidak ada yang beli, ya hasil pertanian akan membusuk,” tambahnya. (Fikri).


More Stories
Maluku Utara Peringkat 7 Kejurnas Taekwondo 2026 Raih 2 Emas
Fadli Thamrin Daftar Bacalon Ketua KNPI Kota Ternate
Harita Nickel Serap Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang Usai Pelatihan Intensif