NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Pemukulan Mahasiswa dalam Aksi di Ternate, IMM Desak Kapolres Dicopot

Ketua Umum IMM Kota Ternate, Fathaila Duwila

TERNATE — Aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Maluku Utara Menggugat di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate pada 1 September kemarin, berakhir ricuh. Kericuhan ini diduga akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian.

Dalam insiden tersebut, sejumlah mahasiswa menjadi korban tindakan represif aparat, mengalami luka mulai dari ringan hingga berat. Salah satu korban adalah kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang mengalami pemukulan hingga menyebabkan pelipisnya pecah.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Umum IMM Kota Ternate, Fatahila Duwila, mengecam keras tindakan aparat yang menurutnya tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Demonstrasi yang diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012.

“Tindakan kekerasan aparat terhadap masa aksi bukan hanya terjadi saat unjuk rasa 1 September kemarin saja. Hal ini sudah seolah menjadi budaya dalam tubuh kepolisian, sehingga pemukulan terhadap demonstran seakan terjadi setiap kali mahasiswa menyampaikan aspirasi,” tegas Fatahila, Rabu (3/9).

Ia menilai tindakan represif oknum aparat tersebut justru akan menjadi bumerang dan mencoreng citra kepolisian. Ia mendesak agar Kapolda Maluku Utara segera mencopot AKBP Anita Ratna Yulianto dari jabatannya sebagai Kapolres Kota Ternate.

“Ini jelas menjadi catatan buruk bagi kepolisian resor Ternate di bawah kepemimpinan AKBP Anita Ratna Yulianto. Kami mendesak agar ia segera dicopot,” ujarnya.

Selain itu, IMM akan membawa kasus pemukulan kadernya ke ranah hukum untuk memberikan efek jera kepada oknum aparat yang terlibat.

“Kami menilai AKBP Anita Ratna Yulianto tidak becus menjalankan tugas sebagai Kapolres. Kemarin, 16 orang ditangkap dan mengalami tindakan semena-mena. Besok, siapa lagi yang akan menjadi korban pembungkaman dalam menyampaikan pendapat? Kami akan memperjuangkan kasus pemukulan kader kami secara hukum,” pungkasnya. (Fikri)

Jangan Jadi Plagiator