
Aksi unjuk rasa Mahasiswa dan Masyarakat di depan Kantor Bupati Halmahera Selatan
HALSEL – Ratusan Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Peduli Indonesia turun ke jalan menyuarakan berbagai persoalan lokal yang dinilai telah lama diabaikan. Aksi ini memusatkan sorotan pada kasus dugaan korupsi, pungli, dan tata kelola anggaran yang tidak transparan di Halmahera Selatan.
Selain tuntutan nasioanl seperti pembubaran DPR dan reformasi Polri. Salah satu tuntutan utama pada aksi itu adalah penyelesaian kasus BPRS Saruma, yang diduga merugikan keuangan daerah hingga miliaran rupiah. Massa mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini dan memulihkan kerugian negara.
Massa aksi juga meminta pertanggungjawaban atas anggaran pembangunan Masjid Raya Halmahera Selatan yang disebut bernilai miliaran rupiah, namun hingga kini pengerjaannya dinilai tidak sesuai harapan. Mereka mendesak audit terbuka terhadap proyek tersebut.
Isu dana hibah dan media sebesar Rp 1,7 miliar turut menjadi sorotan. Demonstran menuntut audit menyeluruh agar anggaran tersebut tepat sasaran dan tidak menjadi alat politik kekuasaan.
Selain itu, massa menolak kebijakan program umrah daerah yang dianggap tidak relevan di tengah banyaknya kebutuhan rakyat yang belum terpenuhi. Mereka meminta dana tersebut dialihkan untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi lokal.
Sorotan tajam juga ditujukan pada praktik pungli di OPD dan Pemda, serta proses pelantikan kepala desa yang dianggap sarat intervensi politik. Warga menuntut agar proses demokrasi desa dipulihkan dan kepala daerah yang bermasalah segera dimakzulkan.
Tak hanya itu, massa mendesak transparansi dana desa dan pencopotan kepala desa yang terlibat penyimpangan. Mereka juga menuntut penyelesaian konflik agraria yang belum mendapat keadilan serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung pemerataan ekonomi.
Isu kekerasan seksual juga tidak luput dari tuntutan. Massa meminta aparat segera menuntaskan kasus-kasus yang terjadi dan memastikan keadilan bagi para korban.
“Rakyat sudah cukup sabar. Kami ingin Halmahera Selatan dibersihkan dari korupsi dan ketidakadilan. Kami menuntut transparansi dan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil,” ujar salah satu orator aksi.
Aksi ini berakhir bentrok dengan aparat keamanan, namun Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat menyatakan, jika tuntutan tidak ditindaklanjuti, gelombang aksi akan terus berlanjut hingga ada perubahan nyata. (**)


More Stories
Ribuan Siswa Madrasah di Halsel Ikut Cetak Rekor MURI, Kasi Pendis Kemenag Beri Apresiasi
Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026
Asadul Boyratan Menang Telak! Resmi Pimpin Taekwondo Maluku Utara