NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Ongky Nyong Santai Ngopi Saat Pendukung Calon KNPI Kepung Sekretariat Musda

newsgapi – sikap abai yang dilakukan Ketua DPD II KNPI Halmahera Selatan, Rabu (20/8/2025). Saat puluhan pendukung calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengepung sekretariat panitia Musyawarah Daerah (Musda) sambil mengamuk, Karateker Ketua DPD II KNPI Halsel Ongky Nyong justru tertangkap kamera sedang asyik ngopi santai di cafe Desa Tomori.

Ongky yang berkemeja lengan panjang kotak-kotak merah itu terlihat rileks mengobrol dengan seorang advokat muda berinisial MPS, sesekali tertawa terbahak-bahak seolah tak terbebani keributan yang sedang memanas di sekretariat panitia.

Di sisi lain, massa yang mengepung sekretariat pada siang tadi menuding panitia melakukan manipulasi dalam penetapan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) tanpa transparansi.

Dikutip dari timuraktual.com, Aksi protes dipicu dugaan panitia bertindak semaunya dalam menetapkan 30 pengurus DPK di seluruh kecamatan Halsel tanpa melalui mekanisme sah.

“Penetapan DPK seharusnya dibahas dalam forum resmi Rapimpurda, bukan ditentukan sepihak oleh panitia. Ini jelas menyalahi aturan dan mencederai demokrasi pemuda,” tegas Anto Gani, salah satu pendukung calon ketua KNPI, dalam orasinya di hadapan massa yang berapi-api.

Ironisnya, daftar DPK yang diumumkan diduga sarat kepentingan politik dan penuh rekayasa.

Massa juga menyoroti ketidakhadiran Ongky Nyong dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) yang seharusnya membahas pembentukan DPK sebagai syarat pendaftaran calon.

Kini, saat pendaftaran telah dibuka, DPK di 30 kecamatan ternyata sudah ada tanpa sepengetahuan para calon ketua.

Hal ini menambah kemarahan massa yang menilai proses Musda telah dicederai sejak awal.

“Kalau panitia tidak netral, Musda ini sejak awal sudah cacat. Kami minta Ketua KNPI Provinsi Maluku Utara, Sukri Ali, segera turun tangan dan mengambil alih pelaksanaan Musda, karena Ongky Nyong terbukti tidak mampu,” sambung Anto Gani dengan suara lantang.

Tuduhan paling keras datang terkait dugaan nama-nama yang ditetapkan sebagai pengurus DPK hanyalah barisan tim sukses Bupati Bassam Kasuba.

Hal ini dianggap mencoreng independensi KNPI yang seharusnya berdiri di atas semua golongan pemuda.

Sementara itu, Ongky Nyong yang seharusnya bertanggung jawab atas situasi ini malah terlihat santai menikmati kopi di cafe.

Padahal, dia diberi waktu satu bulan oleh DPD I KNPI Maluku Utara untuk mengurus Rapimpurda dan Musda.

Sikap kontras antara keributan di sekretariat dan ketenangan di cafe ini semakin memperkeruh suasana menjelang pelaksanaan Musda.

Massa menilai amanat dari DPD I hanya ditanggapi Ongky dengan isapan jempol semata, seolah pesta demokrasi pemuda di Halmahera Selatan bukan menjadi tanggung jawabnya. (*)

Jangan Jadi Plagiator