
RSUD Chasan Boesoirie. Alamat Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate Selatan, Kota Ternate
TERNATE — Dugaan penyimpangan dana jasa Covid-19 di RSUD Chasan Boesoirie Ternate kembali mencuat. Manajemen lama dan baru saling melempar tanggung jawab atas anggaran sebesar Rp2,4 miliar yang hingga kini belum dibayarkan kepada tenaga kesehatan.
Kisruh ini mencuat kembali ketika Agung menjabat sebagai Wakil Direktur (Wadir) Keuangan RSUD pada 2023. Saat itu, muncul narasi bahwa dana jasa Covid masih tersimpan di kas RSUD. Namun, hasil opname menunjukkan bahwa saldo kas saat itu hanya tersisa sekitar Rp50 juta, setelah seluruh tunggakan RSUD dilunasi.
“Uang untuk bayar jasa Covid memang tercatat di BKU tahun 2020–2022, tapi jasanya tidak pernah dibayarkan,” ungkap Agung kepada wartawan belum lama ini. Ia mengaku bingung karena manajemen sebelumnya tidak mengakui dana tersebut sebagai utang, sehingga tidak tercatat dalam laporan keuangan RSUD.
Menurut Agung, jika dana itu diakui sebagai utang, pembayarannya bisa dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya. Namun, pencairannya membutuhkan daftar nominatif penerima jasa Covid sebagai dasar administrasi.
Selain itu, Agung juga mengungkap adanya dana pending klaim pelayanan BPJS senilai Rp1,7 miliar yang hingga kini belum ada kejelasanya. Ia menyarankan agar persoalan ini ditanyakan langsung kepada mantan Bendahara Pengeluaran BLUD RSUD periode 2020-2023, Hilda.
Ia juga menyebut, Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Alwia Assagaf, telah memanggil mantan Wadir Keuangan, Fatimah Abas, dan Bendahara Covid, Winarsih, guna meminta penjelasan terkait penggunaan dana Rp 2,4 miliar tersebut. Namun, keterangan yang disampaikan keduanya dinilai tidak memadai karena rincian belanja yang mereka paparkan tidak mencapai nominal tersebut.
“Ibu Direktur sudah melaporkan hal ini ke Inspektorat, dan Inspektorat juga telah mengeluarkan rekomendasi,” ujar Agung.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah dana tersebut telah digunakan, diselewengkan, atau masih tersimpan di suatu pos yang tidak terdata. Polemik ini pun menambah panjang daftar persoalan tata kelola keuangan di RSUD Chasan Boesoirie. (**)


More Stories
LC Dipaksa Kerja Tanpa Upah, Karaoke di Labuha Terancam Jerat TPPO
Bukan Sekadar Relokasi, Ini Cerita Kenyamanan Warga Permukiman Baru Kawasi
Merajut Masa Depan dari Obi, Beasiswa Harita Gemilang Perkuat SDM Daerah