
NEWSGAPI.COM — Besarnya permintaan pasar untuk daging babi di area industri pertambangan membuat Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui PLT Kepala Dinas Pertanian, Asrul Gailea berkeinginan membuka peternakan babi di Malut.
Rencana tersebut diketahui telah berkembang luas di media sosial dan telah banyak mendapatkan respon dari banyak kalangan, diantaranya Pakar Ekonomi, Dr. Muammil Sun’nan.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Pertanian mestinya fokus pada ketersediaan pangan holtikultura yang pada dasarnya masih bergantung kuat pada daerah lain di luar Maluku Utara.
Jadi pemerintah daerah harus buat kebijakan yang prioritas untuk kepentingan publik lokal, bukan kepentingan tambang (oligarki),” kata Muamil, Rabu (15/01).
Muammil mengatakan, ketergantungan pangan di daerah masih sangat tinggi, seharusnya pemerintah daerah lebih fokus pada ketersediaan pangan.”Ketergantungan daerah terhadap pangan masih sangat tinggi, seharusnya dinas pertanian punya program prioritas untuk produksi pangan yang berdampak terhadap kesejahteraan petani lokal serta menjaga stabilitas harga,” ungkapnya. (fikri)


More Stories
Abaikan Desakan PWI, Bassam Tetap Percaya Ali Dano Pimpin Disparbud Ekraf
Komitmen Dinkes Halsel, Puskesmas Jikohai dan Laluin Rampung Dibangun
Pegawai UPTD KPH Halsel Klarifikasi Pengangkutan Topsoil ke Pulau Obi