
Newsgapi.com, Moment kelulusan dan penerimaan siswa baru di Kota Ternate kerap kali diwarnai dengan pembebanan biaya dengan modus Komite Sekolah meliputi biaya seragam, buku, dan lain sebagainya.
“Komite untuk beli karpet, uang rapot, uang Senin, uang Jumat, uang qurban. macam- macam rupanya dan sudah jadi budaya, mental Model memang,” tulis Anggota DPRD kota Ternate Nurlaela Syarif pada status akun Facebooknya.
Politisi Partai Nasdem itu juga membayangkan seandainya sekolah di Ternate tidak lagi mematok siswa dengan modus komite sehingga bebas pungli.
Meski begitu, menurut dia semua bisa tercapai asalkan ada komitmen antar kepala sekolah dan guru-guru dengan orang tua murid, sehingga tidak ada yang namanya pungutan dalam bentuk apapun misalnya uang rapot.
Namun kata dia hal tersebut sudah terlanjur membudaya dilingkup pendidikan kita, yang pada akhirnya tidak lagi ada kata ikhlas yang pada akhirnya jadi beban orang tua murid.
“Kalau mental ini kita bangun sejak dimasa lingkup pendidikan, betapa indahnya, begitu kira-kira. jadi ikhtiar bersama, mohon maaf kesempurnaan hanya milik Sang Khalik,” tandasnya. (ms)


More Stories
Jalan Utama Tomori Dipalang, Ketua BARAH Desak APH Tindak Carles
Kades Guruapin Tinggalkan Desa Sejak 2025, Warga Sampai Minta Basarnas Lakukan Pencarian
Ruang Laut Harita Berizin, PSDKP Minta Demo Taat Hukum