
Kantor Dinas Pendidikan Halmahera Selatan. Jln Kebun Karet, Desa Kampung Makian.
HALSEL — Proyek pembangunan lima lokal baru di SDN 137 Halsel terpantau mangkrak alias tak selesai dikerjakan. Proyek swakelola yang dikerjakan Dinas Pendidikan Halsel ini dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 senilai Rp 940.964.900. Namun, setelah pencairan tahap pertama sebesar 25 persen, proyek tersebut tak dikerjakan sama sekali.
Pencairan tahap pertama proyek sekolah dasar negeri yang berlokasi di Desa Kasiruta Dalam itu sekitar Rp 235 juta, dilakukan oleh mantan Kepala Sekolah, Hajija Djafar. Dana itu tidak digunakan untuk pembangunan fisik. Bahkan, beredar kabar sebagian dana diserahkan kepada pihak Dinas Pendidikan.
Hajija Djafar mengakui, dari pencairan awal tersebut, ia menyetorkan Rp 95 juta kepada pihak Dinas Pendidikan. Namun, ia enggan menyebutkan kepada siapa dana itu diserahkan.
Menindaklanjuti kasus tersebut, pada Rabu (29/8/2023) Komisi I DPRD Halsel sempat memanggil Kepala Dinas Pendidikan saat itu, Safiun Radjulan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mudafar, dan mantan Kepsek Hajija Djafar untuk dimintai keterangan. Hajija Djafar tidak hadir dalam panggilan tersebut.
Di hadapan Komisi I, Safiun Radjulan berjanji proyek lima ruang kelas SDN 137 akan rampung pada Desember 2023. Namun kenyataannya, hingga kini proyek tersebut tak tuntas.
Sementara itu, PPK proyek, Mudafar, saat dikonfirmasi terkesan melepaskan tanggung jawab. Ia menyarankan agar perkembangan proyek ditanyakan langsung ke Dinas Pendidikan.
“Soal bangunan itu silakan konfirmasi ke Dinas Pendidikan, sudah sejauh mana. Lanjutan proyek saya bukan lagi PPK, jadi saya tidak tahu perkembangan selanjutnya,” ujarnya, Minggu (11/8/2025) kemarin.
Padahal, persoalan proyek yang tak selesai ini berawal dari pencairan tahap awal yang tidak digunakan untuk pekerjaan fisik, saat PPK-nya masih dijabat Mudafar. Ia juga membantah menerima aliran dana tersebut.
“Masalah uang, saya tidak pernah terima dari pihak kepala sekolah,” tegasnya. (**)

More Stories
Ja’fariyah Indonesia Umumkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 19 Maret 2026
Lebih dari Sekadar Melaut, Nelayan Soligi Perkuat Ekonomi Lewat SUTAN
KONI Malut Terima Aspirasi 5 Daerah, Sarbin Sehe Tegaskan Netralitas Pemilihan Ketua TI