
KM. Teratai Prima Satu. Kapal yang diduga sering muat minuman keras dari Ambon ke Bacan
HALSEL – Upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Satpol PP dan Polres Halsel untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) seperti cap tikus dan bir terus dilakukan melalui razia rutin di berbagai café. Namun, di sisi lain, upaya ini diduga tidak didukung sepenuhnya, bahkan ada indikasi penyelundupan miras masih terjadi.
Informasi yang diterima dari sejumlah sumber di Pelabuhan Kupal mengungkap, kapal milik salah satu pengusaha asal Obi itu kerap membongkar muatan berupa bir milik seorang pemilik café ternama, Tiong San. Modusnya pun terbilang licin. Aktivitas bongkar muat dilakukan malam hari secara tertutup, menggunakan truk yang langsung masuk ke dermaga dan menyatu ke pintu kapal.
“Sudah beberapa kali kami lihat langsung. Barang-barang dibongkar malam, sangat rapi, truk langsung parkir di kapal. Dari jauh tidak terlihat, tapi dari dekat jelas itu bir,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu 11 Mei 2025.
Lebih mengejutkan, sumber menyebut bir disamarkan dalam tumpukan spons dan kasur busa, lalu dibongkar terpisah agar tidak mencolok. “Yang dibongkar dulu spons, baru minuman. Jumlahnya banyak sekali,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, pemilik kapal KM. Teratai Prima Satu, Hi Daeng Mus, menepis tudingan tersebut. Ia mengklaim tidak mengetahui adanya pengangkutan miras di kapalnya.
“Kalau benar ada yang angkut, saya akan pecat. Dulu juga ada ABK yang saya keluarkan karena bawa barang terlarang,” ujar Daeng Mus saat dikonfirmasi via telepon.
Peryataan pemilik kapal ini menimbulkan pertanyaan besar, sejauh mana kontrol pemilik terhadap aktivitas anak buah kapalnya? Dan apakah aparat hanya tegas di darat, namun lengah di laut?.
Publik kini menanti sikap tegas dari aparat penegak hukum. Apakah kasus ini akan dibongkar tuntas, atau justru kembali tenggelam dalam gelombang pembiaran. (**)


More Stories
Kolaborasi Harita Nickel dan Warga Kawasi Rawat Danau Karo dan Benteng De Brill
Taekwondo Malut Gelar Pelantikan Pengurus Baru Akhir Mei 2026
Pemimpin Ja’fariyah Tetapkan Idul Adha 1447H Pada 26 Mei 2026