
newsgapi, Ternate – Musibah banjir yang melanda Kota Ternate disaat malam takbiran (30/3/2025) lalu, tidak hanya merusak fasilitas pendidikan dan lalu lintas, tetapi juga berefek ke sektor pertanian.
Salah satu wilayah yang sangat terdampak adalah kawasan pertanian di Kelurahan Kastela Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate.
Salah satu petani yang terkena dampak, Fahdi Ar mengatakan banjir tersebut mengakibatkan kurang lebih lima ribu pohon jagung miliknya mengalami gagal panen.
“Tanaman jagung yang rusak itu kurang lebih 5000 pohon” Katanya saat konfirmasi media ini, Rabu (2/4/2025).
Bukan hanya saja tanaman jagung yang gagal panen. Ia mengaku, seribu pohon tomat pun berpotensi gagal panen akibat musibah tersebut.
“Kalo jagung itu so gagal panen, kalo tomat seribu pohon ini berpotensi gagal panen, karna beberapa hari belakangan sampai saat ini intensitas curah hujan tinggi” Ujarnya.
Fahdi membeberkan, ini kali keduanya terjadi banjir dan menyebabkan tanaman miliknya berpotensi gagal panen.
Sebelumnya, para petani mengaku pernah terjadi gagal panen saat terjadi bencana banjir yang memakan korban jiwa di Kelurahan Rua.
“Sebelumnya so pernah terjadi lagi baru-baru banjir basar tu (banjir di Kelurahan Rua),” Imbuhnya.
Mengingat banjir terus terjadi saat hujan dengan intensitas besar, para petani dan penduduk setempat berharap dinas-dinas terkait untuk mengambil langkah
“Banjir ini akibat air dari barangka kong dia maso dalam lahan. Kami berharap dinas terkait harus turun tangan untuk mengambil langkah, karena ada kerugian, mulai dari gagal panen hingga fasilitas yang rusak,” Harapnya.
(Fikri)


More Stories
Harita Nickel Serap Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang Usai Pelatihan Intensif
Kantongi Bukti, KNPI Halsel Tegaskan Sengketa Lahan Alimusu Sudah Tuntas
Ribuan Siswa Madrasah di Halsel Ikut Cetak Rekor MURI, Kasi Pendis Kemenag Beri Apresiasi