NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

Bak Jilat Ludah Sendiri, Dulu Nyinyir Soal Dinasti, Helmi Umar Muchsin Kini Dampingi Bassam

Helmi Umar Muhksin

NEWSGAPI.COM — Publik kembali diingatkan dengan pernyataan Politisi Nasdem, Helmi Umar Muchsin yang menegaskan menolak model politik dinasti. Sikap tegas politisi asal Bajo ini disampaikan saat dirinya maju di Pilkada Halmahera Selatan tahun 2020.

“Kitorang bukan penganut demokrasi orang yang punya uang saja yang kemudian bisa jadi kepala daerah, kitorang bukan yang penganut demokrasi orang pandai saja yang berkuasa, kitorang bukan penganut demokrasi model monarki, dinasti, anak harus jadi dan lain-lain,” kata Helmi Umar Muchsin menyinggung Bassam Kasuba dan ayahnya Muhammad Kasuba saat Pilkada Halsel 2020 lalu.

Ia bahkan terang-terangan menyindir Bassam Kasuba dengan menyebut anak muda yang belum punya kemampuan.

“Kalau anak itu tidak punya kemampuan harus jadi? Ingat basudara samua bahwa demokrasi dalam arti hakikatnya itu kekuasaan yang dipertegas oleh rakyat, bukan oleh siapa-siapa. Kitorang kemudian dilumpuhkan oleh rezim pemilu berbagai macam pemilu, berubah-ubah pemilu. Seolah-olah menguburkan pikiran masyarakat dan membuat masyarakat jadi makin pesimis,” tegasnya.

Namun dalam sebuah langkah yang tidak terpikirkan, Helmi menerima kembali sistem politik yang dahulu pernah ia tolak. Politikus senior yang Bassam kalahkan dalam pertempuran sengit di Pilkada 2020. Kini menerima tawaran menjadi calon wakil dari Basaam di Pilkada 2024.

Pasangan dengan Tagline Bassam-Humanis ini diusung Partai PKS, Hanura dan Nasdem untuk maju di Pilbup Halmahera Selatan. Padahal di periode lalu atau pilbup 2020, Bassam-Humanis bersama Nasdem dan Hanura adalah rival.

Kala itu Bassam menjadi calon wakil bupati dari Usman Sidik. Sementara Helmi berpasangan dengan Laode Arfan. Usman-Bassam mendapat dukungan PKB, PKS, Golkar, PKPI, PSI, PDIP, PAN, Demokrat, dan Berkarya. Usman-Bassam berhadapan dengan Helmi-Laode yang diusung Nasdem dan Hanura. (**)

Jangan Jadi Plagiator