
NEWSGAPI.com – Kantor Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menetapkan lima bahasa daerah setempat masuk dalam revitalisasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepunahan bahasa daerah.
Widiyabasa Muda Balai Bahasa Maluku Utara, Noormala mengungkapkan, ke lima bahasa tersebut diantaranya bahasa Ternate, Sahu di Halmahera Barat, Tobelo di Halmahera Utara, Sula, dan Makian Timur atau Makian Dalam di Halmahera Selatan.
“Jadi memalui riset, kemudian dikeluarkanlah kurikulum merdeka belajar episode berkaitan dengan revitalisasi bahasa daerah,” kata Noormala usai kegiatan pelatihan pengajar utama revitalisasi bahasa makian dalam yang bertempat di Hotel Buana Lipu Labuha, Selasa, (14/3)
Meski terdapat 19 bahasa daerah di Maluku Utara yang mengalami status kemunduran, Noormala mengatakan, untuk tahun 2023 terdapat lima bahasa daerah di Maluku Utara yang direkomendasikan untuk direvitalisasi.
Menurutnya, kelima bahasa tersebut dipilih untuk direvitalisasi karena dianggap masih bisa dipertahankan.
“Kelima bahasa ini diambil untuk direvitalisasi karena masih banyak penuturnya untuk dilakukan regenerasi,” ungkapnya. (red)


More Stories
Harita Nickel Bergerak Cepat, Kirim Logistik dan Tim Medis ke Lokasi Banjir Halmahera Barat
LC Dipaksa Kerja Tanpa Upah, Karaoke di Labuha Terancam Jerat TPPO
Bukan Sekadar Relokasi, Ini Cerita Kenyamanan Warga Permukiman Baru Kawasi