
Fadli Wahda saat memberikan pengarahan keselamatan kerja (Foto Humas Harita)
Labuha, Maluku Utara – Aktivitas industri pertambangan dan smelter tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan. Namun, perubahan pola makan dan waktu istirahat membuat para pekerja perlu lebih waspada terhadap risiko kelelahan (fatigue) yang dapat memengaruhi konsentrasi dan keselamatan kerja.
Kesadaran inilah yang terus digaungkan Fadli Wahda, atau yang akrab disapa Akha. Lulusan S1 Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Ternate ini mengawali karier sebagai petugas keselamatan kerja di Buli, Halmahera Timur, pada 2018. Sejak awal, ia meyakini bahwa keselamatan bukan sekadar memenuhi prosedur, tetapi membangun kebiasaan peduli terhadap kondisi tubuh dan situasi kerja.
Pengalaman tersebut semakin terasah saat ia bergabung dengan Harita Nickel di Pulau Obi pada Oktober 2019 sebagai Field Safety. Di masa konstruksi yang padat dengan mobilitas alat berat dan banyaknya pekerja lintas kontraktor, pengawasan keselamatan menjadi tantangan tersendiri.
Menurut Akha, Ramadan menjadi momen yang menuntut perhatian ekstra. Perubahan pola tidur dan asupan energi saat berpuasa dapat berdampak pada fokus kerja. Karena itu, ia selalu mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik menurun.
“Keselamatan bukan hanya soal ceklis laporan. Kita harus memastikan semua pekerja tetap fokus dan memahami batas kemampuannya, apalagi saat berpuasa,” ujarnya pada Selasa (24/2).
Kepercayaan perusahaan kepadanya terus meningkat. Pada 2021, ia dipercaya menjadi Foreman dan aktif mendorong timnya mengatur waktu istirahat, menjaga asupan gizi saat sahur dan berbuka, serta berani melapor jika merasa tidak fit. Baginya, budaya keselamatan dibangun melalui komunikasi dan kepedulian antarpekerja.
Sejak September 2025, Akha menjabat sebagai Occupational Health & Safety (OHS) Monitoring Supervisor. Dalam peran tersebut, ia dinilai mampu menerjemahkan kebijakan keselamatan menjadi langkah-langkah praktis yang mudah diterapkan di lapangan.
Dukungan terhadap pentingnya keselamatan kerja selama Ramadan juga disampaikan Koordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara, Muchlis Ibrahim. Ia menegaskan bahwa disiplin keselamatan tidak boleh menurun di bulan suci.
“Justru Ramadan menjadi momentum untuk saling menjaga. Para pekerja harus tetap aman dan sehat agar bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga,” katanya.
Kisah Akha menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama. Di tengah aktivitas industri berisiko tinggi, menjaga kesehatan dan mengelola kelelahan menjadi kunci agar setiap pekerja dapat pulang dengan selamat. (**)


More Stories
BBM SPBUN Panamboang Diduga Dikuasai Oknum, Stok untuk Nelayan Menipis
Tersangka Pembacokan Adik Mantan Bupati Halsel Dilimpahkan ke Kejari, Segera Disidang
PELITA IV Harita Nickel Cetak 40 Operator Muda Bersertifikat