NEWSGAPI

Gerbang Informasi Masa Kini

PELITA IV Harita Nickel Cetak 40 Operator Muda Bersertifikat

40 Operator muda hasil dari program PELITA Harita Nickel

Labuha, Maluku Utara – Harita Nickel kembali memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui Program Vokasi Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) Angkatan IV. Sebanyak 40 pemuda Pulau Obi mengikuti pelatihan operator Overhead Crane bersertifikasi guna mendukung kebutuhan industri hilirisasi nikel.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, mengatakan program PELITA dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan potensi pemuda daerah yang belum memiliki keterampilan khusus.

“Inisiatif vokasi PELITA adalah wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas SDM lokal agar mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri dengan kompetensi teruji,” ujarnya dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (18/2).

Sebagai perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, Harita Nickel saat ini menyerap sekitar 26 ribu tenaga kerja. Sebanyak 85 persen merupakan warga negara Indonesia, dan sekitar 50 persen berasal dari Maluku Utara. Program PELITA menjadi salah satu strategi meningkatkan keterlibatan talenta lokal dalam struktur operasional perusahaan.

Selama tiga bulan, peserta menjalani pelatihan intensif pengoperasian Overhead Crane, disertai pembinaan mental, fisik, dan kedisiplinan guna membentuk etos kerja industri yang kuat. Sebagian besar lulusan angkatan sebelumnya telah terserap bekerja di lingkungan operasi perusahaan.

Salah satu peserta, La Rehan asal Desa Soligi, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Sebelumnya ia bekerja sebagai tenaga harian lepas.

“Program ini membuka peluang bagi kami yang minim pengalaman untuk memiliki keterampilan industri. Saya berharap ini menjadi batu loncatan karier ke depan,” katanya.

Program PELITA telah berjalan dalam beberapa angkatan. Angkatan I meluluskan 14 operator Wheel Loader. Angkatan II mencetak 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) milik PT Halmahera Jaya Feronikel.

Sementara Angkatan III yang berfokus pada pelatihan Bahasa Mandarin meluluskan 22 peserta dan kini memasuki tahap pemagangan. Konsistensi pelaksanaan PELITA mencerminkan komitmen perusahaan membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif di Pulau Obi, sekaligus memperkuat fondasi operasional yang aman dan berkelanjutan.(**)

Jangan Jadi Plagiator