Pertamina Labuha di Demo, Massa Aksi Minta Usut Dugaan BBM Oplosan

HALSEL – Ratusan Pengunjuk Rasa yang tergabung dalam Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia (KPPPI), Maluku Utara bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) Halmahera Selatan medatangi Kantor Kepolisian Resot (Polres) Halmahera Selatan dan PT. Pertamina (TBBM) Labuha, Senin pagi (09/12/19).

Kedatangan Massa aksi tersebut dipicu rasa kesal atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi beberapa hari kemarin di SPBU Labuha, dan mendesak pihak Polres Halsel mengusut tuntas persoalan Korupsi di 32 Desa yang ada di Halsel.

Aksi tersebut masa menggunakan satu mobil Open Kap dilengkapi Sound Sistem beserta Dum Truck dan sejumlah Angkutan Umum Mikrolet sekitar pukul 09.30 Wit dan berkumpul di tugu ikan Desa Tomori Kecamatan Bacan dan menyampaikan orasi secara bergantian. Sekitar 30 menit massa kemudian menuju Polres Halsel dan PT. Pertamina TBBM Labuha.

Dalam orasinya, para pendemo mendesak Polres Halmahera Selatan agar menyelidiki oknum pengoplos BBM di SPBU Labuha yang dapat merugikan semua pihak dikarenakan terjadi antrian panjang di SPBU Labuha beberapa hari kemarin.

“Kami meminta dengan tegas kepada pihak Polres Halsel agar segera menyelidiki oknum pengoplos BBM karena ini kejahatan yang luar biasa, semua kendaraan mengeluarkan asap atas ulah Pihak PT. Babang Raya dan TBBM Labuha,” teriak Ketua Organda, Ichsan Barmawi, dalam orasinya.

Selain mempersoalkan kelangkaan BBM, masa juga mendesak Polres Halsel usut tuntas kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 32 Desa dan Kehilangan Uang Dana Desa, Desa Bisui Kecamatan Gane Timur Senila 1 milyar rupiah yang ditangani Polres Halmahera Selatan danxfiqww dinilai tidak transparansi dan mangkrak Proses penyelidikannya.

Ketua DPD KPPPI Malut Muhamad Saifudin dalam orasinya menduga kelangkaan BBM di Halmahera Selatan disebabkan distribusi yang inprosedural. Menurutnya, ada pihak tertentu yang sengaja mendistribusi BBM Subsidi kepada pihak yang seharusnya menggunakan BBM industri sehingga kebutuhan konsumen subsidi membengkak dan penyedia Pertamina banyak dialokasikan ke tempat lain.

“Dugaan kami setelah permintaan BBM dari PT. Babang Raya kepada PT. Pertamina TBBM labuha dan di salurkan ke APMS, SPBU dan SPDN ada pihak tertentu yang sengaja main dan menyalurkan ke tempat lain sehingga kabutuhan masyarakat membengkak dan terjadi kelangkaan BBM beberapa waktu lalu, olehnya itu kami harapkan pihak penegakan hukum lebih ketat pengawasannya,” cetus Saifudin.

Sementara itu massa juga mendesak pihak Kejari Halsel untuk mengusut dugaan Tindak Pidana Korupsi Temuan BPK atas SPPD Fiktif DPRD Halsel senilai Rp. 1,5 miliar dan mendesak Bupati dan Wakil Bupati Halsel bertanggung jawab atas temuan BPK terkait SPPD fiktif Perjalanan Dinas (Uang Saku) Bupati dan Wakil Bupati Halsel senilai 3,5 miliar rupiah.

Kedua organisasi ini, dalam orasinya sempat mengancam akan membakar Depot Pertamina karena masyarakat sudah diresahkan dengan adanya oplosan BBM yang dikeluarkan dari PT Pertamina Babang Labuha. Dimana, mengakibatkan banyaknya kendaraan yang rusak setelah mengisi premium di salah satu SPBU, Kota Labuha.

“Kami meminta kepada kepala PT Pertamina Babang Labuha untuk hearing bersama kami dan menjelaskan oplosan BBM yang terjadi di SPBU Labuha, baik itu jenis pertalite maupun pertamax. Dan kalau tidak, kami akan membakar Pertamina demi atas nama masyarakat Halsel,” ucap salah satu orator dalam orasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala PT Pertamina TBBM Labuha, Gasper, membantah adanya dugaan pemasokan BBM Oplosan. Sebab, sebelum keluar sudah ada sertifikat cek kualititas.

“Kalau bicara kualitas, kita terima on spec, kita terima BBM dari Wayamena dari Wayamena sebelum keluar itu kita terima sertifikat cek quality, kalau oke baru kapal diberangkatkan,” jelasnya.

Sementara untuk membuktikan produk kualitas BBM yang disuplai ke SPBU Labuha dan berada dalam penampungan KPPPI dan Organda meminta uji kualitas. Hasilnya, Pertalait 07.86, Bensin 07.20. Sedangkan di SPBU Labuha 07.18 yang mana menandakan hasil produksi aman untuk digunakan.

Lebih lanjut, Kepala Pertamina Gasper berjanji, mulai besok (hari ini, Selasa, 10/12) BBM sudah nyaman dipakai oleh masyarakat Halsel. “Ada kesalahan teknis jadi Mulai besok BBM sudah nyaman digunakan bagi pengendara,” tutupnya.

Dari pantauan media ini, aksi protes yang disertai mogok kendaraan umum angkutan penumpang berlangsung dari pukul 6 pagi hingga 5 sore. Setelah itu massa aksipun membubarkan diri dengan tertib setelah bertemu pihak polres dan PT. TBBM. (ms)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial