PPNI RSUD dr H Chasan Boesoerie Ternate Gelar Sumpah Profesi Perawat

Ternate – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) RSUD dr H Chasan Boesoirie Ternate menggelar prosesi pengambilan sumpah profesi perawat yang diikuti oleh sebagian besar perawat yang bertugas di Kota Ternate.
Kegiatan ini bertempat di Royal Restaurant Ternate, Sabtu 30 November 2019.

Kegiatan Pengambilan Sumpah Profesi Perawat dihadiri oleh perwakilan organisasi profesi lainnya baik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun profesi kesehatan lainnya. Tampak juga hadir pihak Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

Dalam kesempatan tersebut Ketua PPNI Provinsi Maluku Utara, menurut Mukhlis Jaelani mengatakan bahwa dia selaku ketua PPNI menjadi tanggung jawab moral terhadap perawat yang ada di Maluku Utara untuk diangkat sumpah. Ini merupakan tuntutan Undang-undang Keperawatan 38 dan Undang-undang Kesehatan 36 tahun 2014. “Selain itu, kegiatan keperawatan di lapangan sampai saat ini berjalan dengan baik,” tandasnya.

Sarbain A Karim sebagai pejabat yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menyampaikan bahwa salah satu persyaratan keprofesian sesuai Undang-undang 36 harus disumpah agar kegiatan keperawatan dapat berjapan dengan berjalan baik. Harapannya sehingga tindakan malpraktik atau human error dapat dikurangi. Undang-undang 36 mensyaratkan tenaga kesehatan harus mempunyai sertifikat. “Untuk memenuhi dan bisa memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) harus di sumpah profesi,” terangnya.

Selain itu Jumlah tenaga perawat telah kelebihan di Maluku Utara jika berdasarkan jumlah tenaga perawat dibanding jumlah penduduk yang ada di Provinsi Maluku Utara. “Tetapi karena distribusi yang belum merata sehingga masih bertumpuk di wilayah tertentu di perkotaan dan daerah-daerah tertentu,” tandasnya.

Senada dengan itu, Pelaksana Kegiatan DPK PPNI RSUD dr H Chasan Boesoirie Ternate, Ifan Husni, menjelaskan, sumpah profesi yang dilaksanakan ini rekomendasi sumpah profesi menjadi wajib untuk pengurusan STR maupun memperpanjang STR. “Peserta bukan saja di Kota Ternate tapi juga Kabupaten Kota se Maluku Utara yang ikuti prosesi Sumpah Profesi,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, selain pelaksanaan Sumpah Profesi, pada kegiatan ini juga diberikan pembekalan tentang Undang-undang Keperawatan sehingga memperkuat perawat untuk menjadi perawat profesional. Sedangkan jumlah peserta yang terlibat dalam pelaksanaan Sumpah Profesi Perawat sebanyak 364 orang perawat dari Kabupaten Kota se Provinsi Maluku Utara. (at01)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial