Rekor Dunia MURI ICCF di Ternate Tuai Pujian dan Kecaman

TERNATE – Pemerintah Kota Ternate kembali memecahkan rekor MURI lewat kegiatan nasional ICCF kota Ternate kemarin siang.

Burhan Abd Rahman (kanan) saat terima penghargaan MURi

Rekor muri yang diberikan ini atas kategori bergandeng tangan peserta terbanyak mengelingi gunung. Rekor Dunia MURI ini diserahkan oleh perwakilan Muri, Triyono kepada walikota Ternate Burhan Abdurrahman. Walikota dalam keterangan usai menerima rekor MURI memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh warga kota Ternate yang telah berperan aktif mengsukseskan event sakral bergandeng tangan peserta terbanyak mengelingi gunung.

“Saya apresiasi karena kegiatan ini berhasil memecahkan rekor MURI tingkat dunia yang pertama kali dilakukan di kota Ternate,” ungkapnya.

Rangkaian Acara ‘Gugu Gia Si Gololi Ternate’ ini diakhiri dengan penancapan bendera merah putih oleh Walikota Ternate Burhan Abdurahman dilanjutkan dengan pemukulan Dolo-Dolo (kentongan) serta pelepasan balon merah putih ke udara serta penembakan meriam yang disaksikan langsung oleh Walikota Ternate dan seluruh tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Terpisah, manager MURI, Triyono mengungkapkan bahwa pada hari ini MURI mencatatkan sejarah baru yaitu bergandengan tangan peserta terbanyak mengelingi gunung.

“Dalam catatan muri ini belum pernah ada. Banyak pesan dan makna dari kegiatan ini yaitu dengan dengan Ternate persatuan semua perbedaan dapat bersatu kembali,” tandasnya.

Sebelum itu kegiatan diawali dengan berpegang tangan yang diikuti oleh 42 ribu peserta yang terdiri siswa siswi kota Ternate dan masyarakat kota Ternate kemudian Bendera Merah Putih secara estafet diperjalankan mengelilingi pulau Ternate dengan start di halaman Kedaton Sultan Ternate dan finish didalam Benteng Oranje. Bendera yang dikeluarkan dari keraton tersebut diberikan ke walikota Ternate Burhan Abdurahman dari deklarator Jarkot Rizal Marsaoly.

Namun berdasarkan pantauan media ini, peserta ‘Gugu Gia si Gololi Ternate’ tidak mencapai 42 ribu orang seperti yang disampaikan pihak pelaksana. Artinya tidak mungkin mengelilingi Pulau Ternate yang jarak tempuh mengitarinya mencapai 42 kilo meter jika peserta tidak mencapai 42 ribu orang atau lebih. Dari perhitungan bisa diperkirakan per peserta jika merentangkan tangan bisa capai 1 meter maka dibutuhkan 42 ribu orang bergandengan tangan untuk mengelilingi pulau.

Antusias masyarakat beberapa Kelurahan di Kota Ternate yang menjadi track  acara sangat minim, seperti  Kelurahan Rua dan Kelurahan Sasa tampak kosong tidak terlihat peserta yang bergandengan tangan. Demikian pula di Kelurahan Kasturian hingga Kelurahan Toloko juga tampak sepi.

Ceremonial dan euforia kegembiraan hanya terlihat di kawasan Benteng Oranje saat penerimaan penghargaan MURI. Tapi nampak kekecewaan di wajah pelajar SD dan orang tuanya yang kebingungan dengan ‘Round Down’ acara dari pihak panitia. Mereka tiba-tiba disuruh bubar tanda selesai kegiatan setelah menunggu hampir 4 jam tanpa berbuat sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Prosesi acara hingga rekor MURI ramai menjadi perbincangan netizen di sosial media. Tidak sedikit yang menganggap acara ini tidak memiliki kejelasan pelaksanaannya dan tiba-tiba berakhir dengan penyematan rekor MURI. (at01)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial